Nilai Ekspor Capai Rp2.000 Triliun Lebih, Jokowi: Perizinan Jangan Dipersulit

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 20 Oktober 2021 15:46
Nilai Ekspor Capai Rp2.000 Triliun Lebih, Jokowi: Perizinan Jangan Dipersulit
Dia menyebut hampir semua negara memerlukan komoditas ekspor dari Indonesia.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapan ekspor nasional mengalami pertumbuhan bagus. Untuk periode Januari-Agustus 2021, nilai ekspor nasional mencapai US$142 miliar, setara Rp2.004,12 triliun).

“ Artinya, ekspor kita tumbuh sangat bagus sekali, 37,7 persen year-on-year,” kata Jokowi saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo Tahun 2021, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu 20 Oktober 2021.

Jokowi mengatakan hampir semua negara memerlukan komoditas ekspor Indonesia. Karena itu, dia meminta agar perizinan tidak dibuat rumit.

“ Jangan sampai ada daerah yang justru menghambat, membuat ruwet perizinan, tidak mendorong agar ekspor kita bisa berkembang dengan baik,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Dorong Terciptanya Iklim Usaha

Jokowi juga menekankan pemerintah daerah mendorong terciptanya iklim usaha. Upaya ini bisa mendukung peningkatan ekspor produk Indonesia.

“ Kita harus terus meningkatkan volume ekspor kita, memberikan fasilitas/memfasilitasi para pelaku usaha untuk agresif memanfaatkan peluang-peluang ekspor yang ada,” kata dia.

“ Mulai didorong, produk apapun didorong untuk berani berkompetisi memanfaatkan peluang ekspor yang ada, sehingga membuat produk kita dikenal dan kompetitif di pasar global,” ucap Jokowi menambahkan.

2 dari 3 halaman

Manfaatkan Potensi Ekspor

Jokowi juga meminta jajarannya untuk memanfaatkan potensi pasar ekspor yang dinilai masih terbuka lebar seiring pulihnya perekonomian di negara mitra dagang Indonesia.

Tiongkok mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,9 persen, Amerika Serikat 12,2 persen, Jepang 7,6 persen, dan India bahkan tumbuh 20,1 persen.

“ Peluang ini yang harus kita manfaatkan untuk mendorong komoditas kita, produk-produk kita masuk ke negara-negara yang tadi saya sebut,” kata dia.

Melalui pameran ini, Jokowi berharap masing-masing daerah bukan hanya menunjukkan produk dan objek-objek wisatanya, tapi juga menunjukkan bahwa iklim investasi, kepastian hukum, serta kemudahan perizinan yang didukung oleh online single submission (OSS) sudah berjalan dengan baik.

“ Kepastian ini yang sebetulnya diperlukan oleh dunia usaha. Dengan cara ini, diselenggarakannya expo ini juga kita harapkan bisa meningkatkan investasi di daerah dan mempercepat membuka lapangan-lapangan kerja baru bagi masyarakat kita dan menggerakkan ekonomi daerah,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Perkenalkan Produk-produk Potensial

Sementara itu, Ketua Umum Apkasi, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Apkasi Otonomi Expo Tahun 2021 menampilkan memperkenalkan produk-produk potensial dari berbagai kabupaten di Indonesia. Produk-produk ini berpotensi untuk dikembangkan dan diperdagangkan. Misalnya, ikan tangkap, budidaya perikanan, serta pembangkit listrik mikrohidro.

“ Apkasi Otonomi Expo menawarkan peluang investasi terkait berbentuk produk-produk daerah yang berpotensi untuk dikembangkan dan diperdagangkan,” kata dia.

Produk-produk daerah ini akan diperdagangkan lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi berupa aplikasi startup yang memudahkan proses pemasaran produk dagang tersebut secara daring. Melalui teknologi informasi tersebut, imbuhnya, diharapkan dapat meningkatkan penjualan seraya menekan risiko penularan Covid-19.

“ Expo ini diharapkan menjadi cikal bakal tabiat perdagangan baru pada masa pandemi dan masa depan nantinya. Itu sebabnya antusias peserta diharapkan menciptakan gairah baru pasar ekonomi daerah dan nasional meski pandemi masih melanda,” kata dia.

Sekadar informasi, Gelaran Apkasi Otonomi Expo 2021 dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 22 Oktober 2021 mendatang, bertempat di Hall A Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kegiatan yang disuguhkan antara lain pameran dan forum bisnis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para pelaku usaha atau calon investor.

Beri Komentar