Erick Thohir Perkirakan Vaksin Corona Baru Ditemukan Tahun 2021

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 Mei 2020 17:36
Erick Thohir Perkirakan Vaksin Corona Baru Ditemukan Tahun 2021
Pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, BPPT, dan lembaga lain untuk menemukan vaksin Covid-19.

Dream – Vaksin virus corona kemungkinan baru bisa ditemukan dan diproduksi masal pada tahun 2021. Obervasi dan pengkajian terhadap vaksin ini harus dilakukan beberapa bulan lalu dan melibatkan kerja sama dengan beberapa pihak.

Hal ini diungkapkan Menteri BUMN, Erick Thohir saat menjadi tamu dalam acara Silaturahome yang digelar KLY Media, Selasa, 26 Mei 2020.

“ Kami bekerja sama dengan pihak Menteri Kesehatan, BPPT, untuk bersama lembaga lain untuk melihat vaksin ini. Jangan jadi pressure, tapi kemungkinan kalau menemukan vaksin, itu mungkin kuartal I hingga 4 2021," ujar Erick.

Pengkajian vaksin corona ini termasuk salah satu dari tiga langkah penanganan yang dilakukan BUMN. Pola pendekatan yang dilakukan perusahaan pemerintah dilakukan lewat 3T, yaitu Test, Trace dan Treat.

 

1 dari 2 halaman

Ini Rinciannya

Dalam tahap Test (lacak), BUMN Telekomunikasi telah mengembangkan aplikasi Peduli Lindungi untuk melacak historis dan pergerakan serta pembatasan isolasi.

Berlanjut pada tahapan test (uji) di mana BUMN sudah mendistribusikan mesin PCR ke 18 rumah sakit dengan catatan 10 ribu lebih tes telah dilakukan (kapasitas mendekati 1000 per hari learning curve).

" Bio Farma bekerja sama dengan BPPT untuk produksi massal RT-PCR Test Kit dengan sensivitas dan validasi tinggi sesuai rekomendasi WHO. Telah diproduksi 50 ribu test kit, dengan tambahan 50 ribu test kit di akhir Mei 2020," demikian ditulis mengutip materi persentasi Erick.

Sementara penemuan vaksin Corona termasuk ke dalam tahap yang ketiga yaitu Treat (penanganan), yaitu kerjasama Bio Farma dengan pihak dari dalam dan luar negeri untuk memproduksi vaksin.

2 dari 2 halaman

70 Rumah Sakit BUMN

Tujuh puluh rumah sakit BUMN telah membangun 2.375 tempat tidur khusus penanganan Corona. Kemudian, PT LEN dan PTDI juga dinyatakan siap memproduksi ventilator non invasive pada Mei 2020.

" Estimasi total kapasitas produksi 1.000 hingga 1.250 per minggu, namun sampai saat ini, PT LEN dan PTDI masih menunggu izin dari Kemenkes untuk produksi massal secara komersial," demikian disampaikan dalam materi.

Dalam tahapan Treat ini juga, Bio Farma disebutkan sudah bekerja sama dengan Eijkman Institute dan RSPAD Gatot Soebroto untuk mengembangkan terapi Convalescent Plasma, dimana 3 dari 10 pasien corona telah memulai transfusi dan kondisinya dilaporkan membaik. Kendati, hal ini memerlukan observasi dan pemantauan lebih lanjut.


(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)

Beri Komentar