Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Siapa tak kenal Lazada.co.id. Situs pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik hingga peralatan rumah tangga ini merupakan karya seorang wirausaha muda bernama Fung Fuk Lestario.
Sudah banyak kisah suksesnya dalam memulai bisnis ecommerce ini. Setelah menjadikan Lazada.co.id sebagai sebuah pusat belanja online yang besar, Fung Fuk memutuskan untuk keluar.
Masih dalam dunia yang sama yaitu ecommerce, Fung Fuk memutuskan untuk membuat sebuah website bersama seorang temannya dengan konten industri kreatif dengan label Rupawa. Apa yang ditawarkan Rupawa?
Fung Fuk menjelaskan Rupawa merupakan sebuah wadah bagi para desainer Indonesia yang ingin menjual desainnya dalm bentuk berbagai produk, seperti kaos atau tas.
" Website ini untuk mengangkat kreasi penduduk Indonesia yang jago di bidang desain grafis karena ternyata desain-desain dari desainer Indonesia itu bagus sekali, dari yang tradisional maupun pop culture," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa kemarin.
Fung Fuk mengakui bisnis desain ini sarat dengan aksi pencurian hak cipta. Namun, dia optimis, tindakan tersebut dapat diminimalisasi dengan perkembangan teknologi yang memberikan informasi dari banyak pihak.
" Jadi, untuk hak cipta, kita fasilitasi. Nanti ada box laporan dari pemilik desain. Jika mereka menyatakan haknya telah diambil, maka kita bisa menuntut dan menghukum orang-orang yang mencuri desain, kita bakal banned," tegasnya.
Melalui bisnis barunya ini, Fung Fuk yakin bisa mengembangkan industri kreatif tanah air dan tentunya memberikan keuntungan sendiri bagi dirinya.
" Biasanya kalau awal bisnis di tahun pertama kedua omzetnya bisa besar, tetapi tahun selanjutnya tetap tumbuh tetapi mulai melambat," jelasnya.
Fung Fuk menambahkan pertumbuhan bisnis online ini memang sangat tergantung pada tingkat melek teknologi masyarakat. Meski terlihat sudah menjamurnya bisnis online saat ini, tetapi jumlah tersebut masih bisa dikatakan kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia.
" Saat ini penetrasi internet masih di bawah 30%. Nanti kalau rata-rata secara nasional bisa mencapai 80%, maka bisnis ini mulai menggantikan bisnis offline," paparnya.
Meski demikian, lanjut Fung Fuk, walau teknologi terus berkembang, tetapi bisnis offline atau toko fisik tidak serta merta dapat dihilangkan.
" Seperti furnitur, itu agak sulit jika dijual online karena orang-orang masih ingin melihat langsung bahannya, memegang langsung, ini yang tidak bisa dilakukan secara online," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya