Fung Fuk, dari Jualan Perkakas hingga Industri Kreatif

Reporter : Ramdania
Kamis, 13 November 2014 08:29
Fung Fuk, dari Jualan Perkakas hingga Industri Kreatif
Berjiwa wirausaha sejati selalu saja ada ide untuk merintis usaha. Sukses sebagai perintis pusat belanja online, Fung Fuk kini merintis situs terbarunya di bidang industri kreatif.

Dream - Siapa tak kenal Lazada.co.id. Situs pusat belanja online yang menawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik hingga peralatan rumah tangga ini merupakan karya seorang wirausaha muda bernama Fung Fuk Lestario.

Sudah banyak kisah suksesnya dalam memulai bisnis ecommerce ini. Setelah menjadikan Lazada.co.id sebagai sebuah pusat belanja online yang besar, Fung Fuk memutuskan untuk keluar.

Masih dalam dunia yang sama yaitu ecommerce, Fung Fuk memutuskan untuk membuat sebuah website bersama seorang temannya dengan konten industri kreatif dengan label Rupawa. Apa yang ditawarkan Rupawa?

Fung Fuk menjelaskan Rupawa merupakan sebuah wadah bagi para desainer Indonesia yang ingin menjual desainnya dalm bentuk berbagai produk, seperti kaos atau tas.

" Website ini untuk mengangkat kreasi penduduk Indonesia yang jago di bidang desain grafis karena ternyata desain-desain dari desainer Indonesia itu bagus sekali, dari yang tradisional maupun pop culture," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa kemarin.

Fung Fuk mengakui bisnis desain ini sarat dengan aksi pencurian hak cipta. Namun, dia optimis, tindakan tersebut dapat diminimalisasi dengan perkembangan teknologi yang memberikan informasi dari banyak pihak.

" Jadi, untuk hak cipta, kita fasilitasi. Nanti ada box laporan dari pemilik desain. Jika mereka menyatakan haknya telah diambil, maka kita bisa menuntut dan menghukum orang-orang yang mencuri desain, kita bakal banned," tegasnya.

Melalui bisnis barunya ini, Fung Fuk yakin bisa mengembangkan industri kreatif tanah air dan tentunya memberikan keuntungan sendiri bagi dirinya.

" Biasanya kalau awal bisnis di tahun pertama kedua omzetnya bisa besar, tetapi tahun selanjutnya tetap tumbuh tetapi mulai melambat," jelasnya.

Fung Fuk menambahkan pertumbuhan bisnis online ini memang sangat tergantung pada tingkat melek teknologi masyarakat. Meski terlihat sudah menjamurnya bisnis online saat ini, tetapi jumlah tersebut masih bisa dikatakan kecil jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia.

" Saat ini penetrasi internet masih di bawah 30%. Nanti kalau rata-rata secara nasional bisa mencapai 80%, maka bisnis ini mulai menggantikan bisnis offline," paparnya.

Meski demikian, lanjut Fung Fuk, walau teknologi terus berkembang, tetapi bisnis offline atau toko fisik tidak serta merta dapat dihilangkan.

" Seperti furnitur, itu agak sulit jika dijual online karena orang-orang masih ingin melihat langsung bahannya, memegang langsung, ini yang tidak bisa dilakukan secara online," tandasnya.

Beri Komentar