Kirim E-mail Lewat Batas Jam Kerja, Pegawai Kena SP Perusahaan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 17 Oktober 2019 10:12
Kirim E-mail Lewat Batas Jam Kerja, Pegawai Kena SP Perusahaan
Tak hanya kirim email di atas jam kerja, pegawai ini juga mendapat surat cinta karena masalah berbeda.

Dream – Budaya kerja setiap perusahaan di beberapa negara berbeda-beda. Ada tempat kerja yang membutuhkan pegawai siap sedia sepanjang hari. Tak heran jika mereka harus siap dengan risiko menerima e-mail pekerjaan dan panggilan kantor setelah jam kerja berakhir.

Tapi kebijakan mengirim email di luar jam kerja tak berlaku di negeri maju seperti Perancis.

Dikutip dari World of Buzz, seorang selebritis Singapura, Sharon Au, berbagi cerita saat bekerja di sebuah perusahaan keuangan, Paris, Perancis. Sharon menceritakan budaya kerja di Perancis sangat bertolak belakang dengan negara asalnya.

Selama setahun bekerja di negara romantis sejak 2018, Sharon mengaku pernah menerima dua kali surat teguran dari bagian SDM tempatnya bekerja.

Surat yang pertama diterima saat minggu pertamanya bekerja di bagian investasi.

1 dari 4 halaman

Kirim Surel Setelah Jam Kerja Berakhir

Sharon terkejut saat mendengar penjelasan mendapat surat peringatan tersebut. Dia ditegur HRD karena mengirimkan e-mail di atas jam 8 malam kepada koleganya.

Bukannya membalas email tersebut, kolega ini justru mengambil tangkap layar surat elektronik yang dikirim dan diserahkan kepada SDM.

Mendapat laporan tersebut, Bagian SDM langsung memberi tahu Sharon agar menaati jam kerja.

Tiga bulan berikutnya, Sharon kembali mendapatkan surat peringatan yang kedua. Tapi kali ini bukan karena dia mengirimkan email lewat dari jam kerja.

2 dari 4 halaman

Kembali Ditegur Karena Minta Rapat Pagi

Peringatan kali ini diberikan karena Sharon meminta para stafnya mempersiapkan rapat besar jam 08.30 pagi. Lagi-lagi, seorang kolega mengambil tangkap layar dan mengirimkannya kepada HRD

Alih-alih menegur, bagian SDM kali ini menyarankan Sharon untuk menjalani hobi atau mengambil kelas yoga.

Malah, mereka memberikannya beberapa tiket bioskop agar wanita in bisa merasakan kehidupan setelah jam kantor berakhir. 

Laman World of Buzz melaporkan orang-orang Perancis memang sangat ketat terhadap jam kerjanya.

Menurut hukum, jam kantor di sana berlangsung selama 35 jam per minggu. Menurut local.fr, libur musim panas menjadi sangat penting. Kamu takkan menemukan orang-orang bekerja selama bulan Agustus.

3 dari 4 halaman

1 dari 5 Pegawai Jual Password Email Kantor, Buat Apa?

Dream - Peringatan buat para pemilik perusahaan swasta. Survei terhadap 1.000 karyawan membuktikan satu dari lima karyawan akan bersedia menjual password yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Survei ini dirilis Senin lalu oleh SailPoint, sebuah perusahaan keamanan berbasis di Austin, Texas.

Dari orang-orang yang bersedia untuk menjual password mereka, 44 persen mengatakan mereka meminta bayaran kurang dari US$ 1,000. Itu berarti hanya 88 dari 1.000 karyawan yang disurvei, atau 8,8 persen.

“ Angka tersebut tetap menunjukkan salah satu titik terlemah manusia jika dikaitkan dengan keamanan,” kata Kevin Cunningham, Presiden SailPoint.

Survei tersebut juga menemukan 65 persen karyawan mengatakan mereka menggunakan satu password untuk berbagai akun mereka.

 

 

" Orang-orang tahu hal itu tidak bagus. Seperti merokok, mereka tahu itu tidak baik, tetapi tetap melakukannya," kata Cunningham, membandingkan hanya menggunakan satu password untuk semua akses dengan kebiasaan buruk lainnya. " Saya pikir kita melihat perbedaan besar antara kesadaran dan berinternet yang baik."

Survei ini melibatkan sekitar 45 pegawai dari perusahaan dengan 10.000 atau lebih pekerja. Serta 25 persen berasal dari perusahaan dengan karyawan 5.000 hingga 9.999 orang dan 30 persen milik organisasi dengan 1.000 hingga 4.999 karyawan.

Beberapa orang bahkan menukar informasi penting untuk barang yang bernilai lebih kecil. ProPublica melaporkan pada 2014 bahwa 380 warga New York membagikan sidik jari dan nomor Jaminan Sosial mereka untuk ditukar dengan kue.

4 dari 4 halaman

Tak Sadar Jadi Korban Phising

Banyak karyawan yang secara tidak sadar menyerahkan informasi perusahaan. Mereka sering menjadi korban phishing, di mana seorang peretas menipu karyawan untuk mendapatkan akses ke jaringan perusahaan.

Departemen Kehakiman mendakwa seorang pria Pennsylvania minggu lalu dengan peretasan terhadap lebih dari 100 akun Apple dan Google, sebagian besar milik selebriti.

Caranya meretas? Ia mengirim email kepada karyawan yang terlihat seolah-olah dari perusahaan. Peretas kemudian meyakinkan mereka untuk mengklik halaman login palsu di email mereka untuk mencuri username dan password mereka.

Dan banyak pengguna Internet menolak untuk mengubah password mereka setelah terjadi Heartbleed Internet Bug pada tahun 2015, bahkan jika mereka telah mendengar kabar bahwa peristiwa itu dianggap sebagai salah satu kelemahan keamanan jaringan terbesar baru-baru ini.

Itu sebabnya sudah ada gerakan raksasa teknologi untuk meninggalkan password dan beralih ke cara yang lebih aman untuk membuktikan identitas secara online - misalnya, dengan menggunakan biometrik atau passcode yang dikirim ke perangkat pribadi, yang kemudian harus dimasukkan ke halaman login.

(sumber: Finance.yahoo.com)

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara