Gara-gara Fans, Chand Kelvin Rintis Usaha Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 28 April 2016 09:29
Gara-gara Fans, Chand Kelvin Rintis Usaha Ini
Sebenarnya, apa yang membuat Chand ingin memulai bisnis pakaian?

Dream - Salah satu artis pemain FTV, Chand Kelvin, punya kesibukan lain selain syuting, yaitu berusaha di bidang clothing. Usaha di bidang fesyen ini dirintisnya sejak tahun 2014.

Ide bisnis ini tercetus karena para penggemar selalu mengikuti gaya berpakaiannya.

" Kalau saya pakai topi, fans saya banyak yang mengikuti. Lalu, saya pakai baju, jam, apa pun, semuanya mengikuti," kata Chand Kelvin usai konferensi pers JakCloth Summer Fest 2016 di Jakarta. 

Ide untuk mulai usaha pun tercetus. " Kenapa nggak buat bisnis yang kayak begini (clothing), ya?" kata dia.

Pria berusia 31 tahun ini mulai merintis usaha clothing yang dinamainya " Wrecking Ball" bersama adik-adiknya. Di usaha fesyen ini, Chand memproduksi barang-barang fesyen berupa tas, sepatu, topi, dan kaos.

Desainnya pun berasal dari mereka sendiri. Lalu, berapa modalnya? Chand pun memilih bungkam.

" Modal awal, sih, tidak terlalu besar dan tidak sampai menjual rumah," kata aktor film pendek " Cintaku Setebal Kulit Bedug" itu.

Chand pun mengaku menemui kendala dalam bisnisnya. Karena tergolong " pemain baru" , dia sempat kerepotan saat membuat kaos sablon. Dikatakan bahwa sablonnya mudah luntur dan bahan kualitas kaosnya tidak bagus.

Bahkan, ada salah satu penggemarnya--penggemarnya membeli kaos Wrecking Ball--yang protes terhadap produknya.

" Fans saya, ada yang ngomong, 'Kak Chand, maaf banget. Waktu bajunya dicuci, sablonnya luntur'," kata dia.

Aktor film " Taman Lawang" ini pun merasa tidak enak. Seba, dia merasa kualitas produk Wrecking Ball merupakan tanggung jawabnnya. Lalu, dia pun " berguru" kepada teman-temannya yang menggeluti usaha serupa.

" Alhamdulillah, sekarang tidak ada yang protes masalah bahan dan sablonan," kata dia.

Chand mengatakan bisnis yang dirintisnya ini semacam bisnis keluarga karena orang-orang yang menanganinya berasal dari keluarganya, yaitu dirinya, dua adiknya, dan ibunya. Untuk memutuskan sesuatu, misalnya membuat desain produk baru, Chand melibatkan mereka.

Untuk memproduksi produk Wrecking Ball, Chand masih memerlukan pihak ketiga Dia menggandeng usaha sablon dan usaha jahit lain untuk membuat produk-produk usaha clothing ini.

" Insya Allah kalau (usahanya) sudah besar, punya (usaha sablon dan penjahit) sendiri," kata dia.

Chand mengklaim harga produk Wrecking Ball cukup terjangkau. Untuk kaos, dia membanderolnya dengan harga Rp130-150 ribu per potong. Pangsa pasarnya adalah anak ABG dan mahasiswa. Dia juga akan membidik karyawan kantor sebagai pasar barunya.

" Insya Allah, kami akan membuat kemeja. Kami akan menjual kemeja kantoran yang polos," kata dia.

Lalu, sudah berapa keuntungannya? Lagi-lagi Chand enggan berkomentar tentang angka. " Omzetnya saat ini masih lumayan. Masih bisa beli nasi kotak," kata dia.

Chand mengaku awalnya, bisnisnya merupakan pekerjaan sampingan. Tapi, tidak tertutup kemungkinan usaha Wrecking Ball ini akan menjadi pekerjaan utamanya.

" Awalnya sampingan, ternyata men-support pekerjaan saat ini. Tapi, (tidak tertutup kemungkinan) itu bisa menjadi main job," kata dia.

Manfaatkan Medsos

Chand memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk Wrecking Ball, seperti Instagram. Bahkan, untuk " beriklan" produk baru, Chand juga menggunakan media sosial.

Dengan media sosial itu, dia juga mendapatkan reseller di berbagai daerah, misalnya reseller di Jawa Tengah dan di Kalimantan.

" Saya post, 'Kalau mau lihat produk yang baru, lihat program saya, ya'," kata dia.

Chand pun juga acapkali mengenakan produknya untuk mengenalkan produk Wrecking Ball kepada masyarakat, bahkan untuk syuting sekalipun. (Ism) 

 

Beri Komentar