Cara Garuda dan Citilink Pasang WiFi di Ketinggian 30.000 Kaki

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 15 November 2018 07:41
Cara Garuda dan Citilink Pasang WiFi di Ketinggian 30.000 Kaki
Layanan ini akan diberlakukan tahun depan.

Dream – PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) dan PT Citilink Indonesia akan menyediakan layanan WiFi gratis kepada penumpang. Dua maskapai ini akan menghadirkan layanan free inflight connectivity pada awal 2019.

Dengan begitu, pengguna jasa penerbangan Citilink dan Garuda bisa menikmati internet gratis untuk semua penerbangan Citilink dan penerbangan domestik Garuda.

Untuk menghadirkan layanan itu, Garuda Group bekerja sama dengan PT Mahata Aero.

Maskapai Garuda Group akan melengkapi armada pesawatnya dengan layanan GX Aviation Sistem, yang merupakan produk dari Inmarsat Aviation. Layanan ini memungkinkan penumpang untuk menjelajah internet dan berlayar di media sosial selama penerbangan.

GX Aviation merupakan layanan konektivitas nirkabel global berkecepatan tinggi pertama dan satu-satunya di dunia, yang dikirimkan melalui jaringan High-Throughput Satellites (HTS).

Layanan konektivititas ini sepenuhnya dimiliki dan dioperasikan oleh Inmarsat bekerjasama dengan Lufthansa Technik sebagai penyedia perangkat keras, teknik, desain, dan sertifikasi untuk proyek itu. Sementara Lufthansa System sebagai integrasi perangkat lunak.

Perwakilan Garuda Group, Juliandra Nurtjahjo, mengatakan, layanan itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan penumpang, terutama di era digital.

Persaingan ketat dalam industri penerbangan saat ini kian menuntut dua maskapai untuk memiliki visi teknologi (tech savvy) dan mengoptimalkan layanan yang modern dan mampu mempertahankan loyalitas pelanggan masa kini.

“ Tidak hanya untuk memperkuat pasar yang sudah ada, tapi keberadaan inflight Wifi gratis ini juga ditujukan untuk mengaktivasi pangsa pasar baru yang saat ini belum tersentuh, misalnya seperti para millenials yang sering berpergian,” kata Juliandra di Jakarta, Rabu 14 November 2018.

Sementara itu, Direktur Utama Mahata, M. Fitriansyah, mengatakan, fasilitas penerbangan dalam negeri (Indonesia) merupakan alat transportasi tercepat bagi penduduk Indonesia yang tinggal di berbagai pulau di Indonesia.

Kehadiran Wi-Fi gratis dalam pesawat akan menjadi awal baru untuk revolusi pengalaman penerbangan ke depannya.

Mobile connectivity adalah hal vital untuk membuat setiap orang dapat bertukar informasi setiap waktu. Namun, saat ini, mobile connectivity ini belum dapat dinikmati oleh banyak orang saat penerbangan,” kata dia.

M. Fitriansyah telah berkonsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi. Hasilnya, layanan ini diperbolehkan di ketinggian 30 ribu kaki. “ Saat landing dan take off, (jaringan WiFi) dimatikan,” kata dia. 

Sebelumnya pada tahun 2013 lalu Garuda Indonesia bekerjasama dengan beberapa penyedia layanan, Garuda Indonesia telah menyediakan layanan wifi pada seluruh armada B777-300ER dan beberapa jajaran armada Airbus A330 Garuda Indonesia yang digunakan untuk melayani rute-rute penerbangan internasional.

(ism, Laporan: Ava Haprin)

1 dari 1 halaman

Ketepatan Waktu Garuda Indonesia Jadi yang Terbaik

Dream - Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, mencatat kinerja terbaiknya saat musim arus mudik Lebaran tahun ini. Garuda mencatat tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) sebesar 90,23 persen pada puncak libur Lebaran 2018.

Mengutip data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Garuda Indonesia mencatatkan capaian OTP terbaik untuk maskapai penerbangan nasional dengan jumlah flight diatas 8 ribu penerbangan pada periode 7 - 24 Juni 2018. Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan capaian OTP tertinggi pada periode puncak arus mudik sebesar 95,8 persen di periode 14-16 Juni 2018.

" Tentunya capaian ini sekaligus membuktikan komitmen maskapai sebagai full service airline dalam memberikan value layanan terbaik tidak hanya melalui aspek pre-flight in-flight, dan post flight service akan tetapi juga dari aspek penting lainnya seperti safety dan tingkat ketepatan waktu," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 26 Juni 2018.

Maskapai pelat merah ini juga mengklaim sukses mengurai jalur antrean penumpang di bandara dengan memaksimalkan fasilitas mandiri. Penggunaan fasilitas ini meningkat sebesar 10 persen selama periode peak season Lebaran. Fenomena ini menunjukan tren baru dalam perjalanan pengguna jasa yang kini lebih memiliki preferensi terhadap penggunaan fasilitas check in mandiri.

Selama periode peak season Lebaran 2018 ini, Garuda Indonesia mengangkut penumpang sebanyak 1,2 juta orang. Jumlah itu sesuai dengan proyeksi peningkatan yang dibuat perusahaan sebesar 3 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Beberapa rute yang mencatat kenaikan tertinggi adalah Jakarta - Surabaya pp, Jakarta - Yogyakarta pp, Jakarta - Malang pp, Jakarta - Solo pp, Jakarta - Padang pp. Sementara untuk rute Internasional adalah Jakarta - Singapura pp dan Jakarta - Kuala Lumpur.

Selama musim libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memang telah menyiapkan 160 ribu kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang. Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia. (Sah)

Beri Komentar