Gemar Bersedekah, Miliarder Kripto Hanya Simpan 1% Gaji untuk Dirinya

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 6 April 2022 10:47
Gemar Bersedekah, Miliarder Kripto Hanya Simpan 1% Gaji untuk Dirinya
Pemuda asal Amerika Serikat ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar US$26,5 miliar atau hampir Rp381 triliun melalui trading aset kripto.

Dream - Nama Sam Bankman-Fried semakin dikenal publik setelah masuk dalam daftar miliarder yang dirilis Forbes pada tahun 2021 lalu. Pemuda yang pada saat itu belum genap berusia 30 tahun, berada diposisi 274 orang terkaya di dunia tahun 2021.

Pemuda asal Amerika Serikat ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar US$26,5 miliar atau hampir Rp381 triliun melalui trading aset kripto.

Melansir Bloomberg, Bankman-Fried merupakan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan gelar Sarjana Fisika. Otak cemerlangnya ditularkan dari sang ayah yang merupakan Profesor Standford University. Namun bakat Sam lebih terasal setelah memilih belajar sebagai seorang trader Exchange-Traded Fund (ETF) di Quant Firm.

Sebelumnya Sam sempat bekerja di Wall Street. Lalu pada tahun 2019, ia mendirikan perusahaan ETF sendiri dengan nama FTX dan menjabat sebagai CEO FTX.

1 dari 3 halaman

Cuma Punya Mobil Corolla

Baru-baru ini, Bankman-Fried mengungkapkan rencananya untuk memberikan sebagian besar kekayaannya berkat filosofi altruisme efektif yang ia pelajari di perguruan tinggi.

Meskipun menjalankan bisnis crypto bernilai miliaran dolar, pria berusia 30 tahun itu hanya memiliki kendaraan bermerek Toyota Corolla. Ia menjalani kehidupan layaknya seorang mahasiswa dengan tujuan hidup menghasilkan uang sebanyak mungkin.

Alasannya sederhana, dengan menghasilkan banyak uang, ia akan memiliki lebih banyak yang bisa diberikan untuk orang lain.

Bahkan dengan kekayaannya yang berlimpah, ia mengatakan hanya akan menyimpan sekitar 1 persen dari pendapatannya setiap tahun atau US$100 ribu (Rp1,4 miliar). Ia bahkan tidak ingin memiliki kapal pesiar.

2 dari 3 halaman

Filosofi Hidup yang Dipegangnya

Sam Bankman-Fried belajar tentang filosofi altruisme yang efektif pada tahun 2012 yakni tahun pertamanya di perguruan tinggi. Filosofi ini menggunakan perhitungan matematis untuk menentukan bagaimana orang dapat melakukan yang terbaik dengan uang dan waktu mereka.

Bankman-Fried memahami gagasan tentang menghasilkan untuk memberi. Sejalan dengan pendekatan itu, dia pun telah memulai bekerja di Wall Street selama tiga tahun usai lulus kuliah dan memberikan 50% dari gajinya setiap tahun untuk disumbangkan ke kesejahteraan hewan.

3 dari 3 halaman

Kini, meski sudah sukses, Bankman-Fried dapat ditemukan tidur di bean bag, bermain video game sambil memberikan seminar di Zoom dan tinggal bersama sekelompok temannya.

Meskipun demikian, ini tidak mengalihkan perhatiannya dari tujuan hidupnya untuk melakukan hal yang benar.

Pada bulan Februari setelah Rusia menginvasi Ukraina, pendiri FTX ini memberikan sejumlah uang tunai kepada semua pengguna aplikasi kriptonya di Ukraina. Dia juga secara pribadi menyumbangkan US$250 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar dalam bentuk tether kepada Ukraina.

Beri Komentar