Giant Tutup Gerai di Indonesia, Carrefour SA Dijual Rp10 T di China

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 24 Juni 2019 17:49
Giant Tutup Gerai di Indonesia, Carrefour SA Dijual Rp10 T di China
Carrefour SA, perusahaan bisnis retail asal Perancis terpaksa menjual 80% saham dari unit bisnisnya di China.

Dream - Giant bukan satu-satunya bisnis retail yang menghadapi persaingan ketat dari serbuan bisnis e-Commerce. Raksasa retail asal Perancis pun, Careefour SA, mengalami masalah serupa di pasang Tiongkok. 

Carrefour SA dilaporkan mencapai kesepakatan untuk menjual 80 persen saham bisnisnya di China kepada ritel lokal, Suning.com. Nilai penjualan saham itu ditaksir mencapai 4,8 miliar yuan atau sekitar Rp9,87 triliun.

Perusahaan ritel asal Prancis ini terpaksa menjual hampir seluruh sahamnya setelah penjualan di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu merosot selama bertahun-tahun.

Dikutip dari Bloomberg, Senin 24 Juni 2019, Carrefour berjuang untuk hidup di Tiongkok dan melawan e-commerce yang semakin getol berkembang. Penjualan ritel ini melorot selama beberapa tahun.

Kabar penjualan ini membuat saham ritel itu menanjak 2,9 persen pada Senin ini di Paris, Perancis.

Setelah penjualan ini, Carrefour akan mempertahankan 20 persen saham perusahaan di unit bisnisnya di China yang selama 2018 telah menghasilkan penjualan senilai 28,5 miliar euro atau sekitar Rp58 triliun.

Carrefour SA juga harus rela kehilangan dua dari 7 posisi pengawas di unit bisnisnya di Tiongkok tersebut.

 

1 dari 6 halaman

Dihadapi Retail Raksasa Lain

Analis dari Citigroup, Lydia Ling dalam laporannya menyampaikan valuasi unit bisnis Carrefour di China setara dengan 0,1 kali dari penjualan mereka. Ini lebih rendah dari rata-rata industri yang mencapai 0,8 kali.

" Diskon signifikan ini kemungkinan dikarenakan hasil laporan keuangan yang mengecewakan," ujar Ling.

Dengan penjualan saham ini diharapkan langkah konsolidasi dari jaringan penyimpanan, logistik, dan keanggotaan akan meningkatkan efisiensi dan keuntungan bagi perusahaan.

Ternyata tak hanya Carrefour yang menghadapi masalah tersebut. Pesaing mereka dari Eropa dan Amerika juga merasionalisasi bisnis mereka serta berusaha mencari mitra bisnis lokal untuk tetap bertahan di negara tersebut.

Walmart Inc yang memiliki 400 supermarket di seluruh dunia diketahui menggantungkan nasibnya pada JD.com Inc. Sementara Metro AG tengah berusaha melepas kepemilikan saham mayoritas mereka ke mitra bisnis China.

" Masalah utama yang dihadapi Carrefour dan retail negara barat lainnya adalah mereka memiliki tantangan di negaranya dan tak mampu memenuhi target pertumbuhan di Xhina," kata konsultan dari OC&C Strategy, Pascal Martin.

(Sah, Sumber: Bloomberg)

2 dari 6 halaman

Sulit Dihindari, Ini yang Paksa Giant Supermarket Tutup Toko

Dream - Keputusan mengejutkan dibuat pengelola supermarket Giant yang menutup sejumlah gerainya di Indonesia. Tak hanya yang kecil, sejumlah gerai Giant skala besar juga terpaksa berhenti beroperasi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menjelaskan pebisnis ritel saat ini memang menghadapi persaingan yang semakin ketat. Tak hanya dari sesama bisnis ritel, tantangan juga muncul dari beragam platform jual beli online.

" Saya kira Giant yang saat ini terkena dampak. Dampak dari apa? Ya atas persaingan itu sendiri," ujar Tutum dikutip Dream dari Liputan6.com di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Menurut Tutut, Giant kemungkinan menjual produk yang sama dengan peritel lainnya. Tak hanya itu, produk mereka juga dapat saingan baru dari toko online.

" Sehingga dia melakukan amputasi dengan menutup toko mereka," ujarnya.

Tutum meyakini pengelola Giant telah memiliki pertimbangan yang matang sebelum memutuskan menutup sejumlah tokonya. Salah satunya kemungkinan toko yang ditutup tidak mampu berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan, bahkan hanya menjadi beban bagi keuangan perusahaan.

" Karena image-nya kan sangat jelek (dengan menutup toko). Tetapi outlet tersebut sudah tidak bisa dipertahankan lagi, akan menggerogoti perusahaan secara keseluruhan. Tidak hanya Giant, perusahaan mana pun pasti begitu," jelas dia.

Meski menghadapi banyak persaingan, Tutum memastikan ritel masih akan menjadi bisnis yang menjanjinkan. Dia berharap apa yang dialami Giant tidak terjadi pada perusahaan lain.

" Ini karena Giant perusahaan publik, makanya mereka menginfomasikan kepada media bahwa dia akan tutup dan di toko-toko mereka diadakan diskon dengan penutupan tersebut," tandas dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Septian Denny)

3 dari 6 halaman

Jelang Penutupan Gerai, Giant Gelar Diskon Gede-Gedean

Dream - Retail modern Giant kembali akan menutup beberapa gerainya di kawasan Jabodetabek. Berdasarkan informasi, pada 28 Juli 2019 akan ada enam gerai yang berhenti beroperasi.

Jelang penutupan, beberapa gerai Giant Ekstra menggelar diskon gede-gedean. Salah satunya yaitu gerai Giant di Wisma Asri Bekasi.

Dikutip dari , gerai tersebut memajang spanduk ukuran besar. Spanduk ini berisi tulisan, " Kami tutup hanya di toko ini. Semua harus terjual habis. Diskon semua harga."

Spanduk tersebut berada di sejumlah titik di gerai tersebut. Diskon yang ditawarkan bervariasi namun menggiurkan, sebanyak 5-30 persen untuk beberapa jenis produk.

Gerai tersebut saat ini dipadati pengunjung. Mereka ingin berburu barang-barang diskon yang tersedia.

" Ya tertarik juga awalnya, karena diskon yang ditawarkan lumayan. Penasaran juga," ujar salah satu pengunjung, Putra.

Hal senada juga diungkapkan pengunjung lainnya, Yuli. Tetapi, Yuli tidak sedang berburu diskon melainkan berbelanja bulanan. Giant Ekstra Wisma Asri jadi tempat rutin bagi Yuli untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Yuli tidak terlalu khawatir dengan ditutupnya Giant. Dia akan mencari ritel lain sebagai alternatif belanja.

" Paling beralih ke Superindo yang di Bumi Anggrek, harganya juga tidak beda jauh," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Daftar Gerai Giant Akan Tutup

Terkait penutupan ini, PT Hero Supermarket Tbk (Hero Group yang menaungi merek ritel Giant belum memberikan pernyataan resmi.

Berikut enam gerai Giant yang akan tutup pada 28 Juli 2019 nanti.

1. Giant Ekspres Cinere Mall di Jalan Cinere Raya, Depok, Jawa Barat.

2. Giant Ekspres Mampang, di Jalan Mampang Prapatan Raya No. 20, Jakarta.

3. Giant Ekspres Pondok Timur di Jalan Raya Pondok Timur 1, Jatimulya, Tambun, Bekasi, Jawa Barat.

4. Giant Ekstra Jatimakmur di Jalan Raya Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

5. Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Cileungsi KM 4, Kav 88-Jatirangga Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.

6. Giant Ekstra Wisma Asri di Jalan Perjuangan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Sumber: /Dwi Aditya Putra

5 dari 6 halaman

Hero PHK 532 Karyawan, Tutup 26 Gerai Giant Supermarket

Dream – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) merumahkan 532 karyawannya. Tak hanya itu, perusahaan ini juga menutup operasional 26 gerai Giant sepanjang 2018.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan kinerja keuangan perusahaan melemah sejak kuartal III 2018. Kondisi keuangan tersebut membuat perusahaan terpaksa memberhentikan karyawannya dari tugas.

" Sampai dengan kuartal ke-III 2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1 persen atau senilai Rp9,849 triliun," kata Tony di Bintaro, Tangerang, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 13 Januari 2019.

Tony mengatakan penurunan kinerja itu disebabkan lebih rendahnya pendapatan dari penjualan pada bisnis makanan daripada tahun sebelumnya. Pada kuartal 2017, pendapatan Giant mencapai Rp9,96 triliun.

Meski begitu, menurut Tony, lini bisnis non-makanan Hero tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perusahaan juga optimistis efisiensi tersebut sebagai langkah yang tepat.

“ Atas hal tersebut, perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan," kata dia.

Tony mengatakan Hero menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi.

" Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja," kata dia.

6 dari 6 halaman

Didemo Pegawai

Meski begitu, menurut Tony, lini bisnis non-makanan Hero tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perusahaan juga optimistis efisiensi tersebut sebagai langkah yang tepat.

“ Atas hal tersebut, perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan," kata dia.

Tony mengatakan Hero menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi.

" Sejauh ini dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persen karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja," kata dia.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi