Bisnis Feysen Muslim Rambah Sejumlah Negara di Eropa

Reporter : Editor Dream.co.id
Rabu, 23 April 2014 14:03
Bisnis Feysen Muslim Rambah Sejumlah Negara di Eropa
Pada 2018, bisnis fesyen muslim diperkirakan akan mencapai US$ 322 miliar atau sekitar Rp 3.679 triliun.

Industri fesyen muslim terus menggeliat. Dan tidak hanya marak di negara-negara yang penduduknya mayoritas Muslim, di negara lain juga disambut hangat. Size bisnis fashion muslim ini juga terus tumbuh. Bahkan sudah triliunan. 

Sebuah institut fesyen di Timur Tengah, French Fashion University Esmod Dubai, merilis data mencengangkan. Pada empat tahun lalu, omzet bisnis fesyen muslim dunia diperkirakan lebih dari US$96 miliar. Kalau dirupiahkan kira-kira jumlahnya seribu triliun lebih.

Hitung-hitungan institut itu berdasarkan data matematis.  Mereka berasumsi bahwa 50 persen dari seluruh umat muslim sejagat, yang jumlahnya sekitar 1,6 miliar, masing-masing mengeluarkan US$ 120 atau sekitar Rp 1,3 juta setahun untuk membeli busana muslim.

“ Kita dapat melihat gaya dunia Arab terus mempengaruhi fesyen di jalanan Eropa, yang memberikan bukti potensi bangkitnya bisnis ini,” kata direktur dan pendiri Esmod Dubai Tamara Hostal dikutip Gulf News.

Bisnis Feysen Muslim Rambah Sejumlah Negara di Eropa

Fajar Embun (Vemale.com)

Laporan State of the Global Islamic Economy 2013 menyebut omzet bisnis fesyen muslim jauh lebih besar dari yang dipekirakan French Fashion University Esmod Dubai.  Tahun 2012 saja jumlahnya mencapai US$ 224 miliar atau Rp 2.559 triliun. Dua kali lipat dari omzet 2010.

Dalam laporan yang dimuat laman Albawaba ini, diprediksi jumlah itu akan terus meningkat. Omzet bisnis fesyen muslim dunia pada 2018 diprediksi mencapai US$ 322 miliar atau sekitar Rp 3.679 triliun.

Ada sejumlah faktor yang memekarkan bisnis fesyen muslim. Antara lain pertumbuhan dan ekspansi kaum muslim kelas menengah di masyarakat Barat. Semakin lama, semakin banyak muslim yang sadar fesyen. Baik laki-laki maupun perempuan.

Tak sekedar memakai, para muslim yang berpendidikan bahkan mendalami bisnis fesyen. Unsur-unsur modern dipadu dengan sentuhan tradisi Islam. Jadilah fesyen muslim itu sebuah mode modern.

Bisnis Feysen Muslim Rambah Sejumlah Negara di Eropa

Sumber foto: jakartaislamicfashionweek.co.id

Fesyen muslim kini jauh dari stigma puritan. Lihat saja, mode-mode muslim telah banyak diperagakan di atas catwalk kelas dunia. Muslim fashion week sudah diselenggarakan rutin. Tak hanya di Timur Tengah. Melainkan juga kota-kota besar di Eropa melalui ‘Arab Fashion World’.

Di Amerika Serikat digelar pameran busana muslim seperti di Los Angeles, New York, Miami, Chicago, dan Texas. “ Disainer kelas atas se[erti Hermes dan Gucci juga mencoba masuk ke pasar muslim dengan hijab dan prosuk lainnya,” tutur Tamara.

Pasar Potensial

Pasar untuk fesyen muslim memang menggiurkan. Sejumlah negara tercatat menjadi pasar potensial dengan konsumen fesyen muslim sangat besar.

Berdasar data tahun 2012, Turki menjadi negara dengan tingkat konsumsi fesyen muslim terbesar. Nilainya sekitar US$ 25 miliar. Diikuti oleh Iran US$ 21 miliar, Indonesia US$ 17 miliar, Mesir US$ 16 miliar, Saudi Arabia US$ 15 miliar, dan Pakistan US$ 14 miliar.

Bisnis Feysen Muslim Rambah Sejumlah Negara di Eropa

Zainab Abdul Nabi tampil berhijab di acara Oscar (Foto: www.ummid.com)

Sementara di negara-negara Eropa Barat--seperti Jerman, Prancis, Inggris--dan Amerika Utara, diperkirakan bisnis fesyen muslim meraup US$ 21 miliar. Ini merupakan segmen yang besar dengan model busana yang relatif homogen.

Meski demikian, secara keseluruhan konsumen pasar fesyen muslim secara keseluruhan masih kalah dari AS, negara yang menjadi pasar fesyen terbesar di dunia. Konsumen AS tercatat mengeluarkan US$ 494 miliar per tahun untuk fesyen.

Pesatnya industri fesyen muslim juga bukan tanpa tantangan. Bisnis ini hanya menyasar konsumen muslim. Sehingga tantangannya adalah menembus fragmentasi budaya. 

Beri Komentar