Tangga Busway Koridor 13 Transjakarta (Twitter @elisa_jkt)
Dream - Halte TransJakarta koridor 13 Ciledug-Kapten Pierre Tendean, menuai kritik dari pengamat. Desain halte ini dianggap tidak ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
Direktur RUJAK Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, dalam akun Twitternya, @elisa_jkt, mengatakan halte tersebut memiliki anak tangga yang terlampuan banyak. Untuk sampai ke halter, calon penumpang busway TransJakarta harus menyusuri titian 117 anak tangga.
" Anak tanggal ke-117 di #koridor13! Yay, akhirnya. Trs kudu turun lagi gak bisa pakai prosotan. 117xkurleb 22 cm=?" sindir Alias dalam akun Twitternya.
Naik gak ya, naik gak ya ... #Koridor13 pic.twitter.com/4wjtDET8oB
— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt)December 29, 2016
Tangga untuk para penumpang ini memang memanfaatkan ruang yang ada. Memang halte Transjakarta jalur koridor 13 ini berada di tengah-tengah jalan layang. Alhasil, pengelola tampaknya membuat lubang untuk tempat masuk tangga.
Elisa memperkirakan tinggi anak tangga tersebut kemungkinan setara dengan bangunan 6-7 lantai. Sebagai perbandingan dia menunjukan gedung Kejaksaan Tinggi yang berada tak jauh dari halte tersebut.
Buat kebayang tingginya #koridor13, saya kasih perbandingan gedung Kejaksaan. pic.twitter.com/KtGaPONTAQ
— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt)December 29, 2016
" 117 anak tangga itu sama dengan bangunan 6-7 lantai. #Koridor13 perlu revisi desain serius agar nyaman dan aman," kata dia.
Elisa berharap agar pembangunan tangga koridor 13 ini diperbaiki supaya lebih ramah kepada pengguna.(Sah)
Advertisement
Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu


Bahlil Lahadalia: Dulu Sopir Angkot, Kini Setir Dua Pos Menteri
