Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Tuduhan tindak kriminal yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ikut menyita perhatian otoritas keuangan. Dalam aksinya, Taat Pribadi memang mengaku bisa menggandakan uang.
Tentu saja ini aksi Taat Pribadi menyita perhatian karena uang yang beredar sudah dibatasi pemerintah.
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Sarjito berpesan agar masyarakat tidak mempercayai begitu saja aksi Taat Pribadi apalagi bentuk investasi bodong seperti itu.
"Jadi, jangan percaya dengan hal gaib, seperti menggandakan uang," kata Sardjito, beberapa waktu lalu.
© Dream
Sardjito bahkan meminta masyarakat tidak mempercayai begitu saja investasi yang ditawarkan segelintir orang. Terlebih lagi jika investasi itu berkedok agama.
"Kalau mau kaya, semua harus berusaha. Jangan terus malah digandakan," katanya.
Masyarakat pun diminta untuk menggunakan akal sehatnya ketika ingin berinvestasi. Rasionalitas ini diperlukan agar tidak terperosok dalam kasus penipuan.
"Kalau ada orang yang menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi, saya jamin itu adalah investasi bodong," kata dia.
Lebih jauh, Sardjito juga mengimbau masyarakat untuk mengecek legalitas setiap investasi yang ditawarkan sebelum menanamkan modalnya. "Cek di OJK. Di sana tim Satgas Waspada Investasi," kata dia.(Sah)
© Dream
Dream – Bank Indonesia (BI) siap mengawal penyidikan dugaan penipuan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Bank sentral ini telah mengirimkan tim ke Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur, untuk mengecek keaslian uang padepokan yang disita oleh polisi.
Kabarnya, baru ada Rp4 juta uang milik Dimas Kanjeng yang terbukti asli. Uang itu juga bukan berasal dari tumpukan uang yang ada di dalam video Youtube dan media sosial.
Lalu, bagaimana komentar BI soal temuan itu?
“Itu saya tidak tahu, apakah ada unsur penipuan orang setor dulu baru digandain atau dikasih terus mula-mula berhasil,” kata Direktur Komunikasi Bank Indonesia Arbonas Hutabarat ketika dihubungi Dream di Jakarta, Jumat 7 Oktober 2016.
Menurut Arbonas, selama ini pihak BI belum mendalami modus yang dilakukan oleh Dimas Kanjeng dalam menggandakan uangnya. "Saya tidak tahu bagaimana persis modusnya," ujarnya.
© Dream
Dia mengatakan pihaknya menerima informasi dari kantor BI perwakilan Surabaya bahwa mereka tidak menemukan alat penggandaan uang.
“Barangnya tidak ada. Boks yang dibuka kosong." katanya.
Arbonas menambahkan, para pegawai BI di Surabaya dan polisi juga belum bisa membuktikan apakah Dimas Kanjeng Taat Pribadi benar-benar bisa menggandakan uang.
© Dream
Arbonas melanjutkan, pihaknya siap mengikuti penyidikan kasus dugaan penggandaan uang yang dilakukan Kanjeng Dimas.
“Kami akan terus mengikuti (penyidikan ini). Kami siap bekerja sama dengan polisi. Kalau misalnya diminta bantu, kami akan mengikuti (permintaan) polisi,” kata dia.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari