Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabapaten Probolinggo mendapatkan temuan baru dari pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sepasang suami istri yang telah bergabung di Padepokan Dimas Kanjeng menyerahkan sejumlah benda yang diyakini sebagai jimat.
Menurut laman lokal Probolinggo, kraksaan-online.com, benda-benda ini semakin menguatkan 10 kriteria yang sesat pada ajaran Taat Pribadi. Namun belum ada keterangan dari pihak Padepokan Dimas Kanjeng, apakah jimat-jimat ini mereka berikan kepada para pengikutnya.
Salah satu benda yang diserahkan kepada MUI berupa kotak ATM dapur yang dibuat oleh pengikut sesuai intruksi Sultan padepokan itu, ukurannya telah ditentukan.
Dalam kotak yang di sebut ATM dapur itu, pengikut yang tak disebutkan nama dan alamatnya itu, mengaku membayar uang (mahar).
© Dream
Ada jimat kotak yang berada di dalam kotak ATM dapur itu, maharnya Rp500 ribu. Sementara untuk kartu karomah dihargai Rp1 juta, kartu pencairan Rp1,5 juta, dan pin santri Rp 310 ribu.
“Itu sebagai pembayaran awal oleh pengikut kepada pihak padepokan,” kata H Yasin, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo.
KH. Achmad Banawir, Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Probolinggo, mengatakan, temuan itu semakin kuat dugaan ajaran sesat di Padepokan Dimas Kanjeng.
“Soal ajaran di padepokan Dimas Kanjeng itu sesat, telah dikeluarkan fatwa oleh MUI Pusat. Atas temuan ini ajaran di padepokan disinyalir sesat semakin kuat,” terang Banawir.
© Dream
Selain itu, tambah dia, dari pengakuan pasutri pengikut padepokan itu, ternyata ajaran sholat Riyadul Kubri, yaitu sholat sunah dua rakaat, mengarah kepada penyimpangan ajaran Islam. Sebab tidak pernah ada dalam ajaran Islam berupa sholat sunah Riyadul Kubri.
“Setelah membaca surat Al-Fatehah, diwajibkan membaca “hu” sebanyak 41 kali. Kalimat “hu” setelah Alfatihah itu ditujukan pada Taat Pribadi. Bahkan, pengikut harus mengingat atau membayangkan sosok Taat Pribadi saat sholat sunah Riyadul Kubri tersebut,”sebut Banawir.
”Sesuai ajaran agama Islam yang benar, ibadah sholat itu hanya diwajibkan ditujukan dan mengingat pada Allah, tidak boleh selain itu,” tambah dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari