Indeks Syariah Ambruk, IHSG Terlempar dari Level 4000

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 23 Maret 2020 17:35
Indeks Syariah Ambruk, IHSG Terlempar dari Level 4000
Perdagangan sempat dihentikan sementara.

Dream - Laju penguatan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan laju ternyata hanya bertahan singkat. Di tengah wabah virus corona Covid-19 serta ambruknya nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlempar dari level 4.000. 

Investor di dalam dan luar negeri yang semula menganggap wabah corona sebagai krisis kesehatan kini melihat skenario yang lebih parah. Analis dunia bahkan menggambarkan kondisi saat ini akan mengarah pada krisis keuangan global.

Sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat indeks syariah kembali tak berdaya. Dua indeks acuan saham bluechips syariah di pasar modal Indonesia ini bahkan terjun bebas di atas 5 persen pada penutupan perdagangan Senin, 22 Maret 2020.

Dikutip pada papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 6,026 poin (4,69%) ke level 117,758. Mendekam seharian di zona negatif, ISSI sempat terjun bebas ke level 117,286.

Koreksi tajam melanda dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini rontok sampai 28,593 poin (6,63%) ke level 402,572.

Indeks JII70 melemah 9,257 poin (6,44%) ke level 134,518.

Sementara IHSG terjungkal dari level 4000 untuk pertama kalinya di tahun ini. Terpangkas 205,427 poin (4,89%), IHSG bertahan di level 3.989,517.

Sekadar informasi, perdagangan di bursa sempat dihentikan sementara (trading halt) pada 14.52. Saat itu, IHSG anjlok 5 persen ke 3.985.

1 dari 5 halaman

Semua Indeks Tumbang

Semua indeks sektoral tumbang. Investor lebih banyak melepas sahamnya di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini melemah 5,87 persen, 5,77 persen, dan 5,75 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah KAEF yang harga sahamnya merangkak Rp165, INAF Rp140, BSSR Rp95, BUKK Rp40, dan IGAR Rp40.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya terpangkas Rp1.125, UNTR Rp1.025, INTP Rp775, ICBP Rp625, dan SCCO Rp575.

Pada 16.31, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot. Kurs dolar AS meroket 602 poin (3,64%) ke level Rp16.522 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah

Dream - Pandemik wabah virus corona baru, Covid-19, menjadi isu yang mencemaskan pelaku pasar. Investor masih menghitung efektivitas berbagai stimulus dan upaya pencegahan yang dibuat berbagai negara di dunia untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Kecemasan tersebut membuat investor lagi-lagi menahan diri terjun ke lantai bursa. Hal yang sama dilakukan pemodal di pasar saham syariah. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 18 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 3,378 poin (2,61%) ke level 125,809. Sejak sempat dibuka menguat tipis ke level 129,574 saat sesi pembukaan dibuat. Hanya bisa menyentuh level tertinggi di 129,877, ISSI langsung terjun ke zona merah saat sesi perdagagan baru berjalan beberapa menit.

 

 © Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 124,292 dan berhasil memperbaiki kondisi jelang penutupan.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melorot 17,631 poin (3,90%) ke level 434,494. Sementara Indeks JII70 terguling 5,432 poin (3,59%) ke level 145,971.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 126,076 poin (2,83%) ke level 4.330,674.

3 dari 5 halaman

Terus Hantui Investor

Ancaman pandemi corona membuat investor masih takut melantai di bursa. Aksi jual saham marak terjadi di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan pertanian. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 3,85 persen, 3,77 persen, dan 3,45 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya naik Rp350, TCPI Rp210, TPIA Rp200, HERO Rp190, dan INTP Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp700, ITMG Rp475, UNVR Rp450, ICBP Rp425, dan SILO Rp400.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 36 poin (0,24%) ke level Rp15.208 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Perdagangan Sempat Dibekukan, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada perdagangan, Selasa, 17 Maret 2020. Sentimen regional dan global yang masih mencemaskan dampak virus corona baru, Covid-19, membuat pelaku pasar menjauh dari lantai bursa.

Seperti diketahui sejumlah negara di dunia mulai memberlakukan kebijakan lockdown, atau penutupan akses keluar masuk warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa di antaranya adalah Filipina dan Malaysia.

Perdagangan saham di hari ini juga diwarnai keputusan orotitas bursa, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membekukan sementara perdagangan (trading hal) selama 30 menit saat jam perdagangan menunjukan pukul 15.02 WIB. 

Rangkaian sentimen negatif ini membuat tiga indeks acuan saham syariah berguguran. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini terjun bebas sampai 6,337 poin (4,68%) ke level 129,817. ISSI terus merosot setelah dibuka di level 135,524. Aksi jual investor membuat indeks ini tersungkur ke level 128,822.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 30,941 poin (6,40) ke level 452,125.

Indeks JII70 terkoreksi 9,938 poin (6,16%) ke level 151,403.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen akhirnya menutup perdagangan dengan koreksi tajam 233,908 poin (4,99%) ke level 4.456,749.

Sekadar informasi, perdagangan sempat dilakukan trading halt pada 15.02 karena IHSG turun 5 persen, Perdagangan dilakukan kembali pada 15.32 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal.

5 dari 5 halaman

Empat Sektor Ini `Terbakar` 5 Persen

Semua indeks sektoral terbakar. Kekhawatiran terhadap virus covid-19 membuat investor ramai-ramai melepas saham, terutama di sektor industri dasar. infrastruktur, manufaktur, industri aneka, dan keuangan.

Indeks sektor industri dasar anjlok 5,90 persen, infrastruktur 5,87 persen, manufaktur 5,70 persen, industri aneka 5,68 persen, dan keuangan 5,63 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah CMNP yang harga sahamnya naik Rp270, UNIC Rp200, FASW Rp100, SILO Rp100, dan PNSE Rp92.

Harga saham UNTR terkoreksi Rp1.000, INTP Rp725, ICBP Rp650, ITMG Rp500, dan UNVR Rp475.

Dari pasar uang, dolar AS masih anteng di level Rp15 ribu. Pada 16.43, kurs mata uang Paman Sam menanjak 213 poin (1,41%) ke Rp15.145 per dolar AS.

Beri Komentar