Dream - Bursa saham syariah tak sanggup mempertahankan pembukaan positifnya. Berkurangnya aksi beli investor asing serta sentimen regional yang tak jelas membuat pemodal lokal memilih melepas portofolionya.
Nett buy asing awal pekan ini juga turun signifikan. Asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 297 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 2,703 poin (1,52%) ke level 175,527.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 13,016 poin (1,75%) ke level 731,140.
Memulai perdagangan awal pekan, dua indeks syariah ini dibuka menguat. ISISI dibuka di zona positif dan sempat menyentuh level tertingginya di 178,566.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,92 triliun dengan 30,52 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi jual beli itu mendorong 153 emiten menutup perdagangan di zona negatif dan 58 lainnya berhasil bertengger di teritori hijau.
Sebagian besar laju indeks sektoral juga dipenuhi koreksi. Tekanan jual tertinggi dialami indeks sektor infrastruktur yang turun 2,34 persen, disusul pertambangan 1,74 persen, dan properti 1,66 persen.
Sementara indeks sektor pertanian berhasil ditutup menguat 0,64 persen dan keuangan naik 0,05 persen.
Lima bluechips syariah yang sukses menjadi top gainer hari ini adalah AALI dengan kenaikan harga Rp 575, UNTR Rp 200, ICBP dan LSIP masing-masing Rp 50, dan SSMS Rp 30 per saham.
Sebaliknya, daftar top losser indeks JII dihuni emiten-emiten bluechips seperti UNVR yang turun Rp 625, INTP Rp 325, LPPF Rp 250, INDF Rp 200, dan PTBA Rp 150 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat 26 poin (0,20%) menjadi AS 13.092 per dolar AS.
Advertisement