Indeks Syariah Berakhir di Dua Zona, Rupiah Masih Lemas

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 23 Mei 2018 16:51
Indeks Syariah Berakhir di Dua Zona, Rupiah Masih Lemas
Tekanan jual pemodal asing hari ini meningkat.

Dream - Indeks saham syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan tengah pekan, Rabu, 23 Mei 2018 di dua zona. Dua indeks bluechips syariah mampu mempertahankan laju penguatannya dan kembali menanjak ke zona positif.

Sebaliknya, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset ke teritori negatif di tengah sentimen aksi jual asing pada saham syariah yang justru meningkat.

ISSI menutup sesi perdagangan dengan koreksi tipis 0,150 poin (0,09%) ke level 174,008. Di awal perdagangan, ISSI sebetulnya masih dalam jalur naik usai menguat ke level 174,194. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 175,905.

Namun tekanan jual yang melanda 138 saham penghuni ISSI membuat indeks acuan ini tak bisa menghindar dari koreksi.

Nasih lebih baik diukir dua indeks bluechips syariah. Disokong separuh bluechips syariah yang menguat, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup sesi perdagangan dengan naik 1,322 poin (0,20%) ke level 666,793.

Berbeda dengan ISSI, indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini justru memulai perdagangan dari zona merah.

Penguatan juga dialami indeks JII70 yang mengaut 0,238 poin (0,11%) ke level 220,714.

Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini sedikit kurang ramai. Hingga sesi paskapenutupan perdagangan tercatat 49,18 miliar saham yang berpindah tangan dengan nilai transaksi turun menjadi Rp3,82 triliun.

Kejutan diberikan investor asing yang dua hari terakhir mengurangi aksi jual sahamnya, Namun hari ini, asing langsung tancap gas melepas portofolio saham syariah dengan mencatat nett sell hingga Rp317 miliar.

Saham sektor komoditas lagi-lagi mengalami tekanan jual. Indeks sektor pertambangan terkoreksi paling dalam sebesar 3,21 persen, dikuti infrastruktur 0,27 persen, dan pertanian 0,10 persen.

Kenaikan signifikan dicetak indeks sektor keuangan yang naik 1,89 persen, barang konsumsi 1,13 persen, dan industri dasar 1,07 persen.

Top gainer saham unggulan syariah dihuni UNTR yang menguat Rp450, INDF Rp250, UNVR Rp200, PTPP Rp160, dan BRPT Rp140 per saham.

Sebaliknya, daftar saham pencetak koreksi harga paling dalam dihuni AKRA dan LPPF yang melemah masing-masing Rp150, ADRO Rp105, ICBP dan SMGR Rp75 per saham.

Dari pasar keuangan belum ada kabar baik dari pergerakan nilai tukar rupiah. Sepanjang hari ini dollar menunjukan keperkasaan terhadap mata uang merah putih itu.

Pada perdagangan sore ini rupiah bergerak melemah 46 poin (0,33%) menjadi 14.188 per dollar AS. Mata uang Negeri Paman Sam sempat menyentuh level tertingginya di Rp14.194. (Sah)

Beri Komentar