Indeks Syariah dan Rupiah Masih Tertekan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 26 Juni 2019 16:54
Indeks Syariah dan Rupiah Masih Tertekan
Saham sektor industri dan pertanian rontok.

Dream - Kekhawatiran perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok belum juga memudar. Kecemasan pasar membuat ketiga indeks syariah berbalik melemah (bearish).

Sentimen harga komoditas yang masih berfluktuasi juga mendorong pelaku pasar enggan melakukan aksi spekulasi mengoleksi saham-saham di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 26 Juni 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,482 poin (0,26%) ke level 183,956.

ISSI membuka sesi perdagangan dengan naik terbatas ke level 184,564. Namun penguatan ini hanya bertahan sekitar 20 menit sebelum aksi jual mulai menekan laju indeks. 

 

Indeks rujukan saham syariah di Indonesia ini menghabiskan sisa waktu perdagangan dengan bergerak di zona merah. Meski awalnya sempat melemah terbatas, namun ISSI akhirnya menyerah dan turun lebih dalam di sesi penutupan. 

Koreksi terbatas juga terjadi pada Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), merosot 3,268 poin (0,48%) ke level 669,895. Indeks JII70 turun 0,687 poin (0,19%) ke level 222,871.

Melemahnya sebagian indeks sektoral turun mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah. IHSG turun 9,956 poin (0,16%) ke level 6.310,489.

1 dari 5 halaman

Duh, Dolar Kembali Tembus Rp14 Ribu

Minimnya sentimen positif membuat investor beramai-ramai menjual saham, terutama di sektor pertanian, industri aneka, dan industri dasar. Ketiga indeks sektoral ini terkoreksi 1,24 persen, 1,05 persen, dan 0,6 persen.

Penguatan indeks sektor infrastruktur sebesar 0,35 persen dan perdagangan 0,13 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan perdagangan.

Harga saham ISAT meningkat Rp350, GMTD Rp200, AALI Rp125, BRAM Rp100, dan BYAN Rp100.

Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp500, FASW Rp450, ITMG Rp300, INTP Rp175, dan INAF Rp170.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah kembali merosot. Kurs dolar merangsek 54 poin (0,38%) ke level Rp14.174.(Sah)

2 dari 5 halaman

Sektor Pertambangan Laris-Manis, Indeks Syariah Ngebut

Dream - Indeks syariah kompak menguat pada Selasa 25 Juni 2019. Sektor pertambangan jadi motor utama perdagangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,658 poin (0,91%) ke level 184,440. ISSI terus menguat setelah dibuka di 183,306 dan terus menanjak. Jelang perdagangan berakhir, ISSI semakin merangkak naik.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tumbuh 6,611 poin (0,99%) ke level 673,163.

Indeks JII70 menanjak 1,613 poin (0,73%) ke level 223,558.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 31,980 poin (0,51%) ke level 6.320,445.

3 dari 5 halaman

Sektor Pertambangan `Tancap Gas`

Sebagian besar indeks sektoral bergeliat. Sektor pertambangan meroket 5,12 persen, disusul oleh industri dasar 1,14 persen.

Pelemahan indeks properti sebesar 0,36 persen dan industri aneka 0,08 persen tak mempengaruhi kinerja perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah saham BYAN yang harganya meningkat Rp1.300, ITMG Rp975, UNVR Rp550, UNTR Rp350, dan INDY Rp340.

Sebaliknya, harga saham BRAM melemah Rp1.900, SILO Rp310, JECC Rp150, GMTD Rp100, dan HEAL Rp100.

Pada pukul 16.15, dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.122.

4 dari 5 halaman

Minim Sentimen Positif, Indeks Syariah Tertekan di Zona Merah

Dream - Indeks syariah kompak melemah di pembukaan perdagangan pekan terakhir Juni 2019. Tanpa sentimen positif baru yang menyambangi lantai bursa, indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih belum bisa beranjak dari zona merah. 

Sentimen ngeatif membuat pelaku pasar tak ingin ambil risiko pada sesi perdagangan Senin, 24 Juni 2019. Harga minyak yang tinggi karena krisis teluk dan isu perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok masih menjadi isu yang dipantau pelaku pasar.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat koreksi sebesar 1,016 poin (0,55%) ke level 182,782. ISSI menguat tipis setelah sempat dibuka melemah di level 183,607 di sesi pembukaan perdagangan.

ISSI menjalani sesi perdagangan awal pekan ini di zona merah dengan level tertinggi hanya dicetak di 183,806. Tekanan jual sempat menyeret ISSI jatuh ke level 182,509.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga beringsut 5,089 poin (0,76%) ke level 666,652 poin. Sementara Indeks JII70 melemah 1,610 poin (0,72%) ke level 221,945.

Tanpa sentimen positif yang menyapa lantai bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 26,971 poin (0,43%) ke level 6.288,645.

5 dari 5 halaman

Sektor Industri Terjun Bebas

Sentimen ini membuat penanam modal melepas saham-sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan aneka. Kedua indeks sektoral ini melemah masing-masing sebesar 1,04 persen dan 0,88 persen. Lalu diikuti oleh properti 0,87 persen, manufaktur 0,84 persen, dan infrastruktur 0,78 persen.

Penguatan indeks sektor pertanian sebesar 2,2 persen dan pertambanan 0,14 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ERAA yang harga sahamnya naik Rp260, MDKA Rp210, PTSN Rp190, TCPI Rp150, dan BYAN Rp125.

Sebaliknya, harga saham UNVR merosot Rp625, FIRE Rp350, INTP Rp250, BSSR Rp130, dan AKRA Rp120.

Pada 16.18, rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melorot 27 poin (0,19%) ke level Rp14.156 per dolar AS.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'