Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia menahan laju penguatan signifikan yang berlangsung di akhir pekan. Sentimen negatif dari Wall Street serta pengumuman terbaru data ekonomi Indonesia memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan di zona negatif.
Beruntung pelaku pasar asing yang masih melakukan aksi beli berhasil menahan indeks saham acuan turun lebih dalam.
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 1 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 0,242 poin (0,14%) ke level 173,856.
Pelemahan ISSI terseret turunnya harga saham dari 12 emiten syariah. Namun penurunan ini tertahan oleh naiknya harga saham dari 10 emiten syariah.
Di sesi pemanasan ini, pelaku pasar mencoba mentransaksikan 76,68 juta saham bernilai Rp 23,42 miliar.
Memasuki sesi pembukaan, ISSI kembali terkoreksi 0,267 poin (0,15%) ke level 173,831.
Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII( yang turun 1,399 (0,19%) ke level 726,805.
JII kembali melemah di sesi pembukan usai terkoreksi 1,441 poin (0,20%) 726,763.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang tengah dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level psikologis 5.500, ikut melemah 1,877 poin (0,03%) ke level 5.516,798 di sesi prapembukaan.
Meski sama-sama menempatkan 13 emiten di zona hijau dan merah, IHSG memilih untuk mengikuti koreksi harga saham dari penghuni lantai bursa.
Pagi ini lantai bursa sudah mentransaksikan 102,97 juta saham bernilai Rp 53,54 miliar. Investor asing mengawali perdagangan dengan nett buy Rp 18,06 miliar.
IHSG juga turun lebih dalam dengan koreksi 2,723 poin (0,05%) ke level 5.515,952 di sesi pembukaan.
Lantai bursa menyisakan tiga indeks sektoral di zona hijau yaitu emiten pertambangan yang naik 0,31 persen, serta sektor keuangan dan perdagangan masing-masing 0,05 persen.
Dari kawasan regional, laju indeks saham utama Asia bergerak variatif. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite yang dibuka menguat kini sudah naik 0,46 persen dan 0,45 persen.
Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang justru tertekan dan sudah terkoreksi 0,61 persen.
Pasar keuangan justru memberikan harapan baik. Kurs rupiah pagi ini dibuka menguat dan kini terapresiasi 35 poin (0,27%) ke level 13.038 per dolar AS.