Indeks Syariah Kompak Melemah Bersama Bursa Asia

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 29 Januari 2015 10:03
Indeks Syariah Kompak Melemah Bersama Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 5,317 poin (0,10%) ke level 5.263,535.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali tergelincir ke zona merah dilanda sentimen negatif dari bursa global. Melemahnya Wall Street diikuti bursa Asia dan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed memaksa pelaku pasar memilih aksi jual saham.

Dengan pelemahan ini, dua indeks acuan saham syariah tercatat sudah empat hari berturut-turut membuka perdagangan di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 29 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,309 poin ke level 170,780.

Hingga 50 menit waktu perdagangan bursa, ISSI masih belum sanggup menyentuh zona hijau. ISSI malah tersungkur 0,368 poin (0,22%) ke level 170,721.

Tercatat sudah 78 emiten syariah yang longsor ke zona negatif sementara 53 lainnya masih bisa bertahan di zona hijau.

Pelaku pasar di awal perdagangan ini telah mentransaksikan 9,67 miliar saham bernilai Rp 937,12 miliar.

Pembukaan di zona hijau juga dicetak saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) dibuka melemah 1,832 poin ke level 704,253.

Dominasi emiten yang bergerak ke zona merah tampak terlihat dengan melibatkan 21 emiten. Sementar enam emiten mampu menguat di tengah tekanan aksi jual.

Saham-saham barang konsumsi dan BUMN memimpin laju kenaikan harga di jajaran emiten keping biru syariah. MPPA saat ini masih menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi sebesar Rp 60. Diikuti INDF Rp 50, LPKR Rp 35, ANTM Rp 10, dan TLKM Rp 10 per saham.

Langkah JII hingga 50 menit waktu perdagangan tercatat masih melemah 2,518 poin (0,28%) ke level 703,567.

Secara umum, lantai bursa saham Indonesia pagi ini memang dilanda aksi jual. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tipis 5,317 poin (0,10%) ke level 5.263,535.

Laju IHSG juga masih belum bisa keluar dari tekanan di sesi pembukaan usai turun 8,733 poin (0,17%) ke level 5.260,119.

Pagi ini pemodal asing masih berupaya melakukan pembelian selektif saham-saham yang menguntung. Nett buy asing tercatat Rp 39,75 miliar.

Emiten di sektor properti tampaknya menjadi buruan pelaku pasar dengan mencatatkan kenaikan 0,12 persen. Sementara emiten tambang dan pertanian menjadi pemberat laju indeks usai turun 0,40 persen dan 0,37 persen.

Beri Komentar