Indeks Syariah Melesat Terpacu Aksi Buru Saham Murah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 29 Juli 2015 09:25
Indeks Syariah Melesat Terpacu Aksi Buru Saham Murah
Pada sesi prapembukaan perdagangan, IHSG langsung naik 19,062 poin (0,40%) ke level 4.733,818.

Dream - Setelah dilanda tekanan jual hebat dalam dua hari terakhir, bursa saham syariah kembali ke jalur hijau.

Saham-saham di sektor industri dasar yang dilanda aksi jual kini justru menjadi buruan pelaku pasar.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 Juli 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,63 poin ke level 152,399.

Laju ISSI terus menguat hingga 10 menit waktu perdagangan. Indeks acuan saham syariah di Tanah Air ini kembali menanjak 1,393 poin (0,92%) ke level 153,162.

Aksi beli kini justru melanda saham-saham syariah di lantai bursa. Sebanyak 105 emiten syariah telah beranjak ke zona positif dan hanya 16 emiten yang dilanda aksi jual.

Transaksi perdagangan saham syariah awal sesi ini telah mencapai Rp 323,47 miliar dengan 3,42 miliar saham syariah yang diperdagangkan.

Pembukaan di jalur hijau juga melanda saham-saham bluechips syariah. Naik 3,556 poin, Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi perdagangan dengan menguat ke level 632,184.

Laju penguatan tampaknya belum akan berhenti di awal sesi ini. Terlihat dari gerak JII yang masih menanjak 6,854 poin (1,09%) ke level 635,482 hingga 10 menit waktu perdagangan bursa.

Dua emiten kelompok Astra memimpin laju penguatan JII yaitu UNTR dan AALI yang sudah menguat Rp 800 dan Rp 675 per saham.

Pemodal setidaknya sudah memborong 25 emiten unggulan syariah untuk mengisi daftar portofolionya. Sementara 4 emiten lainnya masih dihindari investor.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini juga langsung tancap gas dengan menguat signifikan.

Pada sesi prapembukaan perdagangan, IHSG langsung naik 19,062 poin (0,40%) ke level 4.733,818. IHSG kembali tumbuh 27,270 poin (0,58%) ke level 4.741,026 di sesi pembukaan.

Melesatnya sejumlah indeks saham acuan di BEI tak lepas dari pulihnya bursa saham Asia khususnya indeks Shanghai Composite yang sudah menguat 0,24 persen. Indeks Nikkei yang dibuka menguat kini justru tertekan melemah 0,48 persen.

Dari pasar keuangan, otoritas masih harus bekerja keras untuk menahan laju pelemahan kurs rupiah. Meski sempat turun, rupiah saat ini menguat 14 poin (0,10%) ke level 13.438 per dolar AS.

Beri Komentar