Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Penguatan bursa regional mendorong indeks saham syariah kembali melaju positif. Meski memulai dengan hati-hati, aksi beli investor pelan-pelan mulai muncul di di seluruh sektor saham.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 19 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,333 poin (0,24%) ke level 140,742. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga naik 1,853 poin (0,32%) ke level 589,349.
Laju positif kedua indeks acuan saham syariah ini belum berhenti di sesi pembukaan. Kali ini ISSI kembali menanjak 0,418 poin (0,30%) ke level 140,827 dan JII naik 2,313 poin (0,39%) ke level 589,809.
Pelaku pasar membuka sesi perdagangan dengan transaksi bernilai Rp 8,43 miliar dan 29,6 juta saham berpindahtangan.
Aksi beli investor berhasil membawa 16 emiten syariah memulai sesi perdagangan dari zona positif. Sisanya, 8 emiten ISSI bergerak melemah dan 8 lainnya stagnan.
Emiten sektor industri dasar menjadi buruan investor usai menguat 0,55 persen. Disusul emiten sektor barang konsumsi 0,38 dan manufaktur 0,34 persen.
Sebaliknya, investor sempat menghindari saham-saham sektor properti yang turun 0,13 persen, keuangan 0,09 persen dan infrastruktur 0,01 persen. Namun hingga 10 menit perdagangan, ketiga sektor ini sudah melaju ke zona hijau.
Anjloknya harga minyak mentah dunia memang sempat memicu kecemasan. Terlebih bursa Eropa ditutup melemah dan Wall Street relatif stagnan. Namun pagi ini bursa saham Indonesia tampaknya memilih mengekor bursa regional.
Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 5,312 poin (0,12%) ke level 4.486,588 di sesi prapembukaan. IHSG kembali menguat 0,590 poin (0,21%) ke level 4.490,872 di sesi pembukaan .
Lantai bursa Indonesia memulai sesi perdagangan dengan dana Rp 12,22 miliar dan 34,23 juta saham berpindahtangan. Meski menguat, investor asing justru masih membukukan nett sell sekitar Rp 3,6 miliar.
Dari kawasan Asia, bursa utama regional mengalami rebound meski sebagian memulai perdagangan dari zona merah. Hanya indeks KOSPI Korea yang masih melemah 0,13 persen.
Di pasar keuangan, kurs rupiah belum bisa melawan penguatan mata uang Paman Sam. Pagi ini rupiah turun tipis 3 poin (0,02%) menjadi 13.940 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya