Indeks Syariah Tergelincir Terbawa Arus Global

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 11 Desember 2014 09:28
Indeks Syariah Tergelincir Terbawa Arus Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 26,12 poin (0,51%) ke lebel 5.139,28.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali terserang aksi jual usai pasar modal regional dan global bergerak melemah. Alhasil seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesi (BEI), Jakarta, Kamis, 11 Desember 2014. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 26,12 poin (0,51%) ke lebel 5.139,28.

Memasuki sesi pembukaan, IHSG juga tak kunjung beranjak dari zona merah. Indeks malah makin tertekan dengan melemah 26,28 poin (0,51%) ke lebel 5.139,12.

Sebanyak 14 emiten masih sanggup memulai perdagangan di zona hijau. Namun 79 lainnya sudah mulai tertekan dan 24 emiten hanya diam di tempat.

Hingga 10 menit waktu perdagangan, tercatat sudah 4,83 juta saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Bursa saham Indonesia pun dibanjiri dana investor hingga Rp 401,98 miliar.

Pemodal asing masih belum berani untuk kembali mengoleksi saham di BEI. Asing mencetak nett sell tipis Rp 16,57 miliar.

Lantai bursa hanya menyisakan satu indeks saham sektoral di zona hijau. Emiten industri aneka tercatat sempat menguat 0,16 persen.

Sebaliknya, emiten komoditas khususnya tambang masih menjadi pemberat laju IHSG. Indeks sektor tambang turun 0,79 persen, diikuti industri dasar 0,60 persen, dan pertanian 0,57 persen.

Sentimen kurang menggembirakan dari bursa regional juga mendorong dua indeks saham syariah ke zona merah. Padahal kedua indeks saham acuan ini kemarin bergerak seharian di teritori positif.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) memulai perdagangan dengan melemah 0,66 poin (0,40%) ke level 165,73 di sesi pra pembukaan.

Kondisi tak berubah di sesi pembukaan ketika ISSI kembali terpeleset 0,73 poin (0,44%) ke level 165,73.

Sebanyak 66 emiten ISSI tercatat terserang aksi jual sementara hanya 12 emiten syariah yang sanggup bertahan di zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan lebih dari 426 ribu saham dengan nilai Rp 45,47 miliar.

Meski terus berusaha menguat, ISSI masih belum bisa beranjak ke zona hijau hingga 17 menit waktu perdagangan.

Hal yang sama terjadi pada saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) memulai perdagangan dengan melamah 3,78 poin (0,55%) ke level 678,93 di sesi pra pembukaan.

Memulai sesi pembukaan, JII makin jatuh usai turun 4,04 poin (0,59%) ke level 678,67.

Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia didominasi koreksi di sesi pembukaan. Saat ini, hanya indeks Shanghai Composite yang bergerak positif dengan menguat 0,73 persen.

Sementara indeks Hang Seng dan Nikkei telah terkoreksi 0,96 persen dan 1,13 persen.

Nasib tak jauh berbeda dialami kurs rupiah terhadap dolar AS. Depresiasi di sesi pembukaan, kurs rupiah saat ini naik tipis 7 poin (0,06%) menjadi 12,331 per dolar AS.

Beri Komentar