Bea Masuk 0 Persen, RI Pacu Ekspor Tekstil dan Otomotif ke Australia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 10 Februari 2020 18:12
Bea Masuk 0 Persen, RI Pacu Ekspor Tekstil dan Otomotif ke Australia
Indonesia dan Australia menyepakati perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA)

Dream - Indonesia dan Australia selesai meratifikasi Perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Ratifikasi ini diharapkan bisa membangkitkan minat investasi Australia.

“ Kita ketahui selama ini investasi dan Australia ini jumlahnya tidak masuk dalam lima besar. Jadi, range-nya antara US$400 juta-US$700 juta (Rp5,47 triliun-Rp9,57 triliun),” kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Canberra, dikutip dari setkab.go.id, Senin 10 Februari 2020.

Dengan adanya perjanjian ini, bea masuk barang ke Australia akan diturunkan dari rata-rata 5 persen menjadi 0 persen. Ada dua komoditas ekspor yang bisa didorong ke Australia, yaitu tekstil dan otomotif.

Untuk otomotif, lanjut mantan menteri perindustrian ini, Australia punya permintaan produk otomotif kurang lebih US$1,1 juta (Rp15,04 miliar) dan produk-produk kendaraan komersial seperti truk ataupun SUV.

“ Nah, sekarang Indonesia ini sendiri mempunyai kapasitas. Tinggal kita bicara dengan produsen-produsen yang di Indonesia,” kata dia.

Airlangga ingin nantinya ekspor mobil seperti hybrid dan mobil listrik bisa dipercepat. Di Indonesia sendiri, dua mobil tersebut baru mulai diproduksi kira-kira tahun 2021. Pemerintah juga nantinya akan mendorong ekspor combustion engine karena masih diminati di Australia.

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengharapkan akses pasar bisa mengurangi defisit neraca perdagangan. Selain itu, juga bisa menambah ekspor pasar. Perjanjian ini juga mempermudah Indonesia dalam hal tarif.

“ Jadi, produk-produk kita bisa lebih kompetitif,” kata Agus.

1 dari 5 halaman

Fasilitas SPBU Mobil Listrik Bakal Tersedia di Jalan Tol Bali

Dream – PT Jasa Marga Tbk (Persero) mempermudah pengguna mobil listrik untuk mengisi bahan bakar. Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), perusahaan pelat merah ini menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pool Ruas JBT.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 30 Januari 2020, keberadaan SPKLU mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan dan konsep green toll road.

Direktur JBT, Enkky Sasono, mengatakan fasiltas pengisian baterai mobil listrik saat ini baru ada satu. Ke depan, semua area pintu masuk tol Jalan Tol Bali Mandara akan menyediakan fasiitas tersebut.

Untuk penyediaan fasilitas pengisian bahan bakar mobil listrik, Jasa Marga menggandeng PT PLN (Persero) dan PT Opinteh Djojo Indo.

“ Jadi, ke depan, kami akan melihat dahulu penetrasi mobil listrik di Bali seperti apa,” kata dia di Denpasar, Bali.

 

 © Dream

 

Saat ini, ekosistem mobil listrik, khususnya di Bali, memang belum berkembang secara signifikan. Namun, lanjut Enkky, SPKLU tersebut merupakan langkah konkret terhadap regulasi terkait, baik oleh Pemerintah Pusat ataupun pemerintah daerah.

Regulasi yang dimaksud, ungkap dia, adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Perpres tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Bali melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“ Kami membiasakan suatu yang baru. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi perlu kami tegaskan, ini adalah sebuah langkah awal dalam mendukung apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, baik itu pemerintah Pusat ataupun pemerintah daerah,” kata dia.

Selain fasilitas pengisian kendaran listrik, JBT juga akan mengembangkan sumber-sumber energi baru untuk transportasi yang ramah lingkungan, misaknya energi sel surya atau matahari. JBT telah melakukan serangkaian riset dan inovasi berkelanjutan. Rencananya, PT JBT akan menggunakan teknologi sel surya di sepanjang jalur motor pada Jalan Tol Bali Mandara. Selain menyediakan listrik yang bersumber dari sel surya, teknologi ini juga dapat melindungi pengguna motor dari terpaan angin.

2 dari 5 halaman

Kadin Soroti Kemudahan Investasi Mobil Listrik

Dream - Pemerintah memang mendukung pengembangan kendaraan listrik dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Namun, pengembangan kendaraan ini masih harus didukung oleh kemudahan investasi.

Misalnya, kemudahan investasi untuk memanfaatkan hasil nikel menjadi baterai lithium.

“ Moratorium nikel per 1 Januari 2020 dilakukan sebagai kebijakan di sektor hulu, menjadi langkah awal Indonesia sebagai produsen utama baterai,” kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Johnny Darmawan, dalam “ Electric Vehicle Indonesia Forum and Exhibition 2019” di Jakarta, Selasa 26 November 2019.

Kemudahan investasi pun, kata Johnny, juga diperlukan untuk memperkuat pasar domestik dan meningkatkan potensi ekspor. Mantan bos Toyota Astra ini menekankan, membangun industri tak sama dengan membangu pabrik.

 

 © Dream



“ Maka dari itu, industri kendaraan listrik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak,” kata dia.

Johnny melanjutkan bahwa Indonesia menargetkan ada 20 persen kendaraan listrik yang beredar dari total kendaraan yang melintas di Indonesia dalam enam tahun ke depan.

“ Target kami 20 persen dari kendaraan yang beroperasi pada 2025 adalah kendaraan listrik,” kata dia.

Dikatakan, program pengembangan kendaraan listrik juga dilakukan sebagai upaya merevitalisasi industri manufaktur yang berorientasi ekspor.

3 dari 5 halaman

Jokowi: Kita Bangun Mobil Listrik Sendiri

Dream - Jokowi menyinggung industri mobil lstrik dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/ DPR, Jumat 16 Agustus 2019. Menurut dia, ruang pengembangan mobil listrik telah dibuka.

" Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat 16 Agustus 2019.

 

 © Dream

 

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah regulasi untuk mendorong pembangunan mobil listrik. Sejumlah insentif telah disiapkan agar industri otomotif terpacu untuk terjun membangun mobil listrik.

" Kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," kata presiden bernama lengkap Joko Widodo tersebut.

4 dari 5 halaman

Dorong Ekspansi Industri

Jokowi juga mendorong industri Tanah Air melakukan ekspansi. Sehingga industri tidak melulu mengandalkan pasar dalam negeri.

" Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memacu para pengusaha dan perusahaan BUMN berani menjadi pemain global. Talenta Indonesia, kata dia, harus dipersiapkan agar diperhitungkan dunia.

" Sekali lagi, kita harus semakin ekspansif, from local to global," tegas Jokowi.

5 dari 5 halaman

Jokowi Teken Perpres Mobil Listrik

Dream - Presiden Joko Widodo menyatakan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik. Perpres ini menjadi dasar hukum beroperasinya industri kendaraan elektrik tersebut.

" Sudah, sudah saya tanda tangani hari Senin pagi," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 8 Agustus 2019.

Jokowi mengatakan pemerintah ingin mendorong pelaku industri otomotif untuk terjun ke produksi mobil listrik di Indonesia. Apalagi bahan baku pembuatan mobil listrik sudah tersedia di dalam negeri.

" Sehingga strategi bisnis negara ini bisa kita rancang agar kita nanti bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah dan kompetitif, karena bahan-bahan ada di kita," kata Jokowi.

 

 © Dream

 

Jokowi mengakui industri mobil listrik memang tidak mungkin dibangun dalam waktu singkat. Meski begitu, kondisi pasar di masa depan juga harus menjadi pertimbangan.

" Melihat pembeli. Apakah membuatnya bisa, yang beli ada? Karena 40 persen harganya lebih mahal dari biasa. Mau beli?" ucap Jokowi.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egeham)

Beri Komentar