Warga Muslim Terbanyak, RI Hanya Peringkat 7 Aset Keuangan Syariah Terbanyak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 20 November 2020 09:11
Warga Muslim Terbanyak, RI Hanya Peringkat 7 Aset Keuangan Syariah Terbanyak
Indonesia kalah jauh dari Malaysia.

Dream – DinarStandard dan Salaam Gateway merilis laporan teranyar tentang perkembangan ekonomi syariah. Dalam laporan The State of Global Islamic Indicator Report 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ke tujuh dalam daftar negara dengan aset keuangan syariah terbesar di dunia.

Dikutip dari Salaam Gateway, Kamis 19 November 2020, Indonesia tercatat memiliki aset keuangan syariah senilai US$99,2 miliar (Rp1.402,55 triliun). Aset keuangan syariah Indonesia setingkat di atas Bahrain yang nilai mencapai US$95,6 miliar (Rp1.351,65 triliun). Peringkat Indonesia berada di bawah Kuwait yang aset keuangan syariahnya mencapai U$132,3 miliar (Rp1.870,54 triliun).

Yang menduduki peringkat teratas sebagai negara dengan aset keuangan syariah terbanyak bukanlah Arab Saudi, melainkan Iran. Negeri Para Mullah itu tercatat memiliki aset keuangan syariah sebanyak US$698,2 miliar (Rp9.871,57 triliun).

Sementara itu, Arab Saudi menduduki peringkat kedua dengan nila aset keuangan syariah mencapai US$629,4 miliar (Rp9,789,57 triliun).

Berikut ini adalah daftar lengkap 10 negara dengan aset keuangan syariah terbanyak di dunia.

1 dari 4 halaman

10 Negara yang Punya Aset Keuangan Syariah Terbanyak di Dunia

  1. Iran: US$698,2 miliar (Rp9.871,57 triliun)
  2. Arab Saudi: US$629,4 miliar (Rp9.789,57 triliun).
  3. Malaysia: US$570,5 miliar (Rp8.066,07 triliun)
  4. Uni Emirat Arab: US$234,2 miliar (Rp3.311,26 triliun)
  5. Qatar: US$143,9 miliar (Rp2.034,54 triliun).
  6. Kuwait: US$132,3 miliar (Rp1.870,54 triliun)
  7. Indonesia: US$99,2 miliar (Rp1.402,55 triliun)
  8. Bahrain: US$95,6 miliar (Rp1.351,65 triliun)
  9. Turki: US$62,9 miliar (Rp889,32 triliun)
  10. Bangladesh: US$44,9 miliar (Rp634,82 triliun)
2 dari 4 halaman

Jokowi: Industri Keuangan Syariah Ibarat Raksasa Tidur

Dream – Jokowi mengibaratkan industri keuangan syariah sebagai raksasa yang sedang tidur. Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu, ada cara untuk membangunkan “ raksasa” itu.

“ Industri keuangan syariah ibarat raksasa yang tidur,” kata Jokowi dalam Opening Ceremony ISEF 2020 bertema " Membangun Negeri Menuju Indonesia Maju” secara virtual, Rabu 28 Oktober 2020.

Jokowi menyebut pemerintah menaruh perhatian kepada ekonomi syariah, termasuk keuangannya. Untuk membangunkan “ raksasa” itu, pemerintah melebur tiga bank syariah milik Himbara menjadi satu.

 

© Dream

 

“ Pemerintah mempunyai concern yang besar untuk membangkitkan raksasa ini. Salah satunya dengan membangun bank syariah besar di Indonesia. Semua aset bank syariah milik negara dilebur jadi satu untuk menghasilkan bank syariah raksasa,” kata dia.

Tiga bank syariah milik BUMN yang dimerger adalah PT BRIsyariah Tbk, PT BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah). Total aset ketiga bank ini sebesar Rp214,6 triliun.

“ Sebuah angka yang besar,” kata dia.

Pemerintah juga mengembangkan Bank Wakaf Mikro (BWM) di berbagai tempat serta menggandeng pondok pesantren dan organisasi keagamaan.

“ Kami berharap industri keuangan syariah bisa menjadi instrumen alternatif untuk memajukan ekonomi kerakyatan,” kata dia.

3 dari 4 halaman

Jokowi Ingin ISEF 2020 Jadi Akselerator Ekonomi Syariah Indonesia

Industri halal pun tak luput dari perhatian. Dikatakan bahwa industri halal di Indonesia sangat potensial, terutama untuk menyerap tenaga kerja dan membuka usaha baru. Indonesia juga punya produk-produk unggulan di sektor makanan, kosmetik, wisata, dan fashion.

Malah, Indonesia ingin jadi pusat fesyen Muslim terbesar di dunia.

“ Sayangnya, potensi industri halal belum dimanfaatkan dengan baik,” kata Jokowi.

Pemerintah pun melakukan langkah-langkah komprehensif, seperti memperbaiki ekosistem halal dan membuat regulasi yang efisien. Sumber daya manusia (SDM) di industri halal pun disiapkan dengan baik.

“ Saya berharap sebagai center of excellence, (Indonesia menjadi) hub ekonomi syariah di tingkat global,” kata dia.

4 dari 4 halaman

Jokowi Ingin ISEF 2020 Jadi Akselerator Ekonomi Syariah Indonesia

Dream – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) tahun ini resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Jokowi berharap acara ini bisa menjadi momen untuk mengembangkan perekonomian syariah.

“ Dengan mengucapkan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, ISEF ke-7 tahun 2020 saya nyatakan resmi dibuka,” kata dia dalam peresmian Opening Ceremony ISEF 2020 bertema " Membangun Negeri Menuju Indonesia Maju” secara virtual, Rabu 28 Oktober 2020.

Jokowi menyebut acara bertaraf internasional ini bisa menjadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan konkret untuk mengembangkan industri halal serta ekonomi dan keuangan syariah.

 

Presiden Joko Widodo membuka resmi ISEF 2020.© Akun Youtube ISEF Indonesia

 

Apalagi, kata dia, ekonomi syariah tak hanya diminati masyarakat Muslim, tapi juga negara-negara dengan mayoritas penduduknya non-Muslim, seperti Thailand, Jepang, dan Amerika Serikat. Ditambah, Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.

Untuk itu, lanjut Jokowi, Indonesia harus memanfaatkan peluang ini untuk mempercepat pengembangan industri dan ekonomi syariah di Indonesia sebagai transformasi Indonesia maju. “ (Dan) menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi syariah global,” kata dia.

Beri Komentar