Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo Ingin Indonesia Menjadi Pemimpin Di Sektor Keuangan Syariah.
Dream – Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar di dunia dan potensi keuangan syariah di sana cukup besar. Melihat potensi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin keuangan syariah, namun belum terwujud.
“Dengan modal kekuatan populasi umat Islam terbesar di dunia, sudah seharusnya dan sepantasnya Indonesia menjadi terdepan, menjadi pemimpin, dan menjadi pusat keuangan syariah dunia. Harusnya seperti itu dan sudah sepantasnya seperti itu. Tapi, ini belum kejadian,” kata Jokowi dalam peluncuran Komite Nasional Keuangan Syariah di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Jumat 28 Juli 2017.
Saat ini, kata dia, Indonesia memiliki 34 bank syariah, 58 asuransi syariah atau takaful, 7 modal ventura syariah, 5 ribu lembaga keuangan mikro syariah, dan 23 juta pelanggan. Pasarnya besar, namun masih banyak peluang yang belum bisa dimanfaatkan.
Hal ini terlihat dari aset perbankan syariah yang baru mencapai 5,3 persen terhadap total aset perbankan di Indonesia. Angka ini kalah jauh dibandingkan dengan Malaysia yang aset bank syariahnya sebesar 23,8 persen, Arab Saudi 51,1 persen, dan Uni Emirat Arab 19,6 persen.
“Sekali lagi, di negara kita, Indonesia, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, baru mencapai 5,3 persen. Masih kecil sekali,” kata mantan Gubernur DKI ini.
Selain itu, Jokowi optimitis industri syariah bisa menjadi solusi utama dalam pembiayaan pembangunan di Indonesia jika dimanfaatkan dengan baik, baik pembangunan infrastruktur maupun pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial.
Misalnya, Indonesia punya potensi tanah wakaf 4,3 miliar persegi dan wakaf tunai yang baru terkumpul sebesar Rp22 miliar.
“Tentu saja wakaf tunai juga perlu didorong untuk lebih kita kembangkan lagi, sehingga hasil-hasil yang diperoleh dari wakaf-wakaf itu bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan produktif, seperti pembangunan ekonomi umat (dan) pemberdayan UMKM sehingga dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata dia. (ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya