Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Seorang Pria Berjalan Di Depan Kantor Islamic Bank Of Britain.
Dream – Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE) akan mengembangkan fasilitas likuiditas berbasis syariah. Tujuannya untuk menarik bisnis dari pusat industri syariah di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Dilansir dari Zawya, Jumat 7 April 2017, London, Inggris, telah memposisikan diri sebagai pusat global keuangan syariah sejak menerbitkan sukuk negara pada 2014. Fasilitas likuiditas ini bertujuan untuk membantu perekonomian Inggris semenjak keluar dari Uni Eropa.
BoE telah menerbitkan dokumen konsultasi untuk deposit berbasis pembiayaan. Dokumen ini akan membantu kreditur syariah memenuhi persyaratan regulator untuk penyangga likuiditas aset.
Sekadar informasi, keuangan syariah mengikuti prinsip-prinsip syariah, seperti larangan judi dan spekulasi. Plus, ada juga larangan bunga. Dengan prinsip syariah, bank syariah kesulitan mengakses pasar uang dan alat likuiditas berbasis bunga yang diberikan oleh Bank Inggris.
Bank sentral di Inggris ini memperkirakan fasilitas tersebut akan siap tahun 2018, sementara mereka memutuskan untuk mengembangkan fasilitas likuditas untuk asuransi.
Rencana ini disambut baik oleh perbankan syariah di Inggris, seperti Gatehouse Bank, Al Rayan Bank, dan unit usaha Qatar Islamic Bank. Sistem harga di model ini sama dengan fasilitas yang diberikan kepada bank konvensional dan itu menarik perhatian perbankan syariah.
Bank sentral ini mengaku menerima masukan dalam konsultasi pertama terkait model fasilitas likuditas yang akan menggunakan akad wakalah. Para responden umumnya menyarankan akad yang digunakan adalah akad murabahah untuk menekan risiko.
Para pemangku kepentingan memiliki waktu hingga 23 Mei 2017 untuk memberikan pandangan terhadap rencana fasilitas likuditas bagi bank syariah.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya