Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kantor Islamic Bank Of Britain
Dream - Satu-satunya bank syariah di Inggris Islamic Bank of Britain plc (IBB) meluncurkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) baru. Produk pembiayaan rumah itu merupakan yang pertama di Inggris, yang mendapat dukungan dari pemerintah melalui skema jaminan pembelian perumahan bernama Help to Buy.
CEO IBB, Sultan Choudhury, mengaku bangga dengan keputusan pemerintah menunjuk IBB sebagai penyedia pertama skema jaminan pembelian perumahan. Berkaca dari pengalaman yang ada, manajemen IBB memahami keinginan pelanggan, terutama first timer, yang berjuang meningkatkan deposit lebih dari 10 persen dari nilai properti agar bisa membayar cicilan bulanan.
" Produk baru IBB ini telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan kami sangat senang kredit kepemilikan rumah kami menjangkau banyak orang," kata Sultan seperti dikutip laman Zawya, Senin, 6 Oktober 2014.
Dengan cicilan fixed mulai 4,99 persen hingga 31 Desember 2017, KPR dari IBB menyediakan dana hingga 90 persen. Yang berarti bahwa pelanggan dapat memiliki rumah dengan kontribusi awal hanya 10 persen dari nilai properti. Persyaratan ini adalah setengah dari jumlah sebelumnya yang dimintakan oleh bank.
KPR IBB diharapkan bisa menarik pelanggan dari semua kelompok masyarakat karena menawarkan fleksibilitas dan struktur biaya yang lebih transparan dibandingkan dengan KPR konvensional. KPR IBB merupakan tonggak bersejarah bagi keuangan Islam di Inggris karena mengutamakan etika dan biayanya terjangkau oleh banyak orang. Berdasarkan aturan, skema Help to Buy tidak tersedia bagi mereka yang ingin membeli rumah second.
IBB menyambut pelanggan dari semua golongan agama dan berusaha menarik sebanyak mungkin non-Muslim. IBB percaya bahwa hampir 83 persen pelanggan yang mendaftar antara 1 Januari 2013 - 15 Agustus 2014 dan membuka rekening Deposito Tetap adalah non-Muslim. Mereka tertarik karena imbal hasil yang besar, layanan yang sangat baik dan pendekatan etis dalam melakukan bisnis.
Sebagai produk sesuai syariah, KPR IBB ini berbeda dari hipotek konvensional di mana pelanggan meminjam uang dari pemberi pinjaman, yang kemudian dibayar dengan bunga.
KPR IBB menggunakan prinsip-prinsip keuangan Islam berjenis co-ownership (Musyarakah) dengan leasing (Ijarah), dimana IBB dan pelanggan membeli properti sebagai mitra dan pelanggan membayar sewa kepada IBB. Pada akhir kredit, ketika semua pembayaran telah dilakukan dan keuangan telah diselesaikan, kepemilikan properti sepenuhnya menjadi hak pelanggan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya