Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Dwita Ariani, Financial Planner Dari Janus Financial (Dream.co.id/Idho Rahaldi)
Dream - Pentingnya mempersiapkan masa depan mendorong sebagian orang memilih untuk berinvestasi daripada hanya sekedar menabung seperti pada umumnya. Bahkan kesadaran tentang hukum agama, membuat pasar modal yang berkonsep syariah kian diminati.
Senior Fidury Advisor Janus Financial, Dwita Ariani menegaskan keunggulan investasi akan terasa dalam jangka panjang. Selain itu, investor pun dapat menikmati keuntungan dari setiap kenaikan mata uang yang ditabungkan.
" Itu diatur dalam Surat Annisa ayat 9. Bahwa sebenarnya sudah dijelaskan kalau kita tidak boleh meninggalkan anak cucu dalam keadaan sengsara. Kita harus hidup makmur," kata Dwita saat dijumpai di Festival Pasar Modal Syariah 2016 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016.
Menariknya lagi Dwita juga mengutip isi Alquran di surat Yusuf ayat 47-49 yang membahas mengenai perintah Allah untuk bertanam selama tujuh tahun. Namun hanya boleh diambil sebagian dan selanjutnya mempersiapkan kembali untuk tujuh tahun selanjutnya.
" Ini menjadi salah satu pegangan. Kalau kita amati siklus ekonomi terjadi diantara rentang waktu tujuh tahun," imbuhnya.
Sedangkan dalam aturan bisnis syariah, terdapat tiga poin penting yang harus selalu diperhatikan. Pertama berkaitan dengan hukum yang dijalankan, yakni harus mengandung profit dan low sharing. Sehingga saat bisnis mengalami kerugian maka tetap harus dibagi dua.
Kemudian, hal yang paling penting diperhatikan adalah menjauhi haramnya riba. Dwita menegaskan dalam Alquran sedikitnya disebutkan hingga delapan kali pembahasan mengenai riba.
" Kalau masuk pasar saham berarti tidak boleh masuk pada perusahan yang bergerak di perjudian atau ijon," ungkapnya melanjutkan.
Lalu terakhir, harus ada pembahasan mengenai Underlying Aset. Ini bertujuan agar investasi bergerak pada arah yang jelas sehingga mengedepankan konsep adil dan jaminan yang disepakati dalam berinvestasi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan