Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Sudah menjadi impian setiap muslim pergi ke Tanah Suci menjalankan haji. Namun antrean panjang membuat muslim harus bersabar. Alternatif lain adalah menjalankan ibadah haji kecil atau umrah.
Besarnya keinginan umrah ini lalu menjadi peluang bisnis bagi segelintir pihak. Banyak perusahan travel menawarkan penawaran menarik. Bila perlu membanting tarif umrah serendah mungkin.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) KH Hafidz Taftazani seperti dikutip dari laman Kemenag mengakui, banyak hal mesti dibenahi dalam pelayanan umrah. Termasuk keberanian pemerintah memberangun agen travel umrah nakal.
“Banyak yang telah dilakukan Kementerian Agama. Semua untuk melindungi masyarakat dari incaran travel-travel nakal,” katanya.
Gerakan lima pasti umrah yang digaungkan Kementerian Agama mulai memberikan resonansi. Hal itu salah satunya ditandai dengan munculnya keberanian masyarakat untuk mengadukan travel nakal kepada pihak kepolisian.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kemenag melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah terus melakukan sosialisasi Gerakan Lima Pasti Umrah. Kemenag bahkan secara khusus membentuk Tim Khusus Penegakan Hukum (Timsusgakum) untuk mengawal jamaah umrah yang menjadi korban penipuan travel nakal.
Bekerjasama dengan Bareskrim Polri, tim ini melakukan penegakan dan penertiban hukum kepada travel yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum.
KH Hafidz mengataan, tugas terpenting pemerintah saat ini adalah mengedukasi masyarakat salah satunya terkait besaran rasional biaya umrah. Diakuinya, banyak travel yang menawarkan paket umrah dengan biaya yang sangat murah dan tidak masuk akal.
Kondisi ini membuat jamaah yang tidak tahu berpotensi menjadi korban penipuan. "Jangan sampai mereka melakukan kebodohan," ujarnya.
Menurut KH Hafiz, masyarakat sebenarnya bisa dengan mudah mengetahui nakal tidanya sebuah agen travel dari tarif yang ditawarkan. Diungkapkannya, agen travel dengan tarif umrah antara Rp 16 juta atau Rp 17 juta dipastikan masuk penipuan.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) ini, menjelaskan, harga minimum umrah dengan menggunakan paket ekonomi pesawat yang tidak langsung (transit) adalah Rp 25 juta untuk 9 hari. Sementara untuk pesawat langsung (tanpa transit), harganya mencapai Rp 28 juta.
Sedangkan untuk pesawat langsung (tanpa transit) tapi eksekutif, minimum 30 juta.
“Jadi ada tiga kelas yang bisa dipilih calon jamaah umrah. Jamaah juga harus mendapatkan pelayanan, kenyamanan, perlindungan, keamanan serta pembinaan,” ungkapnya. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?