Deretan Fakta di Balik Kisruh Upgrade Kartu Elektronik KRL

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 24 Juli 2018 07:30
Deretan Fakta di Balik Kisruh Upgrade Kartu Elektronik KRL
Perusahaan ini selesai memperbarui sistem tiket elektroniknya.

Dream – PT KAI Commuter Indonesia (KCI) akhirnya selesai memperbarui sistem tiket elektronik yang sempat membuat kepadatan penumpang menyemut di stasiun kereta pada Senin, 23 JUli 2013 pagi.

KCI mengakui pembaruan sistem ini memakan waktu lebih lama dar yang diperkirakan.

Direktur Utama KCI, Wiwik Widayanti, mengatakan pembaruan dan pemeliharaan tiket sebetulnya sudah dilakukan pada Sabtu, 21 Juli 2018. Awalnya, proses ini direncanakan selesai pada Minggu, 22 Juli 2018.

“ Proses yang berlangsung sejak Sabtu ini akhirnya berhasil dilakukan siang ini walaupun prosesnya ternyata lebih lama. Tadinya, kami mengharapkan Minggu selesai,” kata Wiwik di Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Sayangnya, tak dijelaskan alasan update sistem tiket elektronik bisa molor.

(Baca: Sistem Tiket Baru KRL, Penumpang Ribut, Antrean Mengular)

Dia mengatakan pembaruan ini diperlukan karena KCI belum pernah meng-update sistem sejak diberlakukan pada 2013. Pada tahun itu, sistem elektronik KRL didesain untuk 400 orang penumpang. Tapi, kini, penumpangnya sudah mencapai 1 juta per hari.

“ Pembaruan ini juga untuk menuju 1,2 juta penumpang,” kata Wiwik.

Anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI menyebut beberapa kartu multi trip (KMT), uang elektronik bank, dan tiket harian berjaminan (THB) perlu divalidasi ulang yang bisa dilakukan di loket stasiun.

“ Pengguna memiliki waktu hingga tujuh hari untuk menyelesaikan dan menormalkan kembali kartunya,” kata dia.

Sekadar informasi, KCI menerapkan tiket kertas seharga Rp3 ribu untuk selama masa pembaruan. Tak sedikit penumpang mengeluh proses antrean yang cukup panjang.

(Sah)

Beri Komentar