Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Basuki Tjahaja Purnama.
Dream – Pada masa depan, Jakarta bisa menjadi kota pintar atau smart city yang bisa memberi kenyamanan bagi siapa pun yang tinggal di sana. Perlahan tapi pasti, pemerintah provinsi DKI Jakarta sibuk berbenah dengan berbagai cara agar konsep ini bisa terwujud.
Konsep ini pernah disampaikan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada tahun 2014 ketika masih mendampingi Joko Widodo (Jokowi) sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Setelah Jokowi menjadi presiden, lalu Ahok menggantikan posisinya sebagai gubernur, konsep smart city masih konsisten dilaksanakan.
Saat itu, pemerintah provinsi menjangkau seluruh kelurahan dengan jaringan internet tanpa kabel atau WiFi.
“Itu pakai fiber optic di semua kelurahan dan targetnya tahun depan minimal RT/RW sudah terpasang WiFi. Seluruh tiang listrik kita ganti LED, dipasangin mikro cell karena kan teknologi kita sudah 4G,” katanya di Jakarta, dilansir dari jakartaasoy.com.
Ahok mengatakan setiap sudut lingkungan RT/RW akan dipasang kamera CCTV dan dibagikan kepada semua aparat keamanan, misalnya Angkatan Darat dan Angkatan Udara. Tujuannya agar aparat membantu menjaga keamanan.
“Kalau ada apa-apa, kita bisa saling kerja sama, misalnya ada geng perampok motor,” kata dia.
Dari sisi sumber daya manusianya, Ahok mengatakan masyarakat perlu membuka diri dengan era globalisasi saat ini. Masyarakat dipaksa untuk inovatif dan kreatif sehingga orang-orang inilah yang akan tinggal di kawasan perkotaan.
“Jadi ini seleksi alam, yang nggak sanggup (inovatif dan kreatif) akan tergeser. Yang bisa menggeser adalah penghasilan, dan kita harus menghilangkan kawasan kumuh murah dan membangun rumah susun sewa, termasuk pasar rakyat, kesehatan serta sekolah, dan transportasi murah,” kata dia.
Ahok mengatakan konsep kota pintar harus mampu mensejahterakan masyarakat dari hasil inovatif dan kreativitas yang dimilikinya. “Kalau nggak bisa buat otak, perut, dan dompet penuh, (namanya) bukan smart city,” kata dia.
Di sisi lain, pemerintah bisa bekerja sama dengan pengusaha untuk mewujudkan konsep ini. Realisais infrastruktur kota pintar sudah relatif baik dan tinggal memasang CCTV.
“Nggak akan dicolong kok, makanya kita harus kelola dan awasi. Makanya smart city itu perlu seleksi orang,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'