Seperti Apa, Sih, Penampakan PLTA Siguragura? (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream – Indonesia memiliki pembangkit listrik tenaga air (PLTA) pertama di bawah tanah. Namanya PLTA Sigura-gura.
" PLTA Sigura-gura itu PLTA bawah tanah yang pertama kali di Indonesia," kata Direktur SDM dan Umum Inalum, Carry EF Mumbunan di Sumatera Utara, Rabu 6 Desember 2017.
Kepala Departemen Operasi dan Sipil Inalum, Antoni O Galungging, menambahkan PLTA ini berada di 200 meter di bawah permukaan tanah. Untuk menjangkau pembangkit listrik ini, ada terowongan dengan jarak 1 km yang harus dilalui.

Di PLTA ini, ada generator dan empat turbin yang berputar untuk memproduksi listrik. Turbin ini diputar oleh aliran Danau Toba yang dibendung oleh Bendungan Sigura-gura. " PLTA Sigura-gura memanfaatkan aliran Danau Toba," kata Antoni.

PLTA Sigura-gura merupakan salah satu PLTA yang dimiliki oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero). Bersama PLTA Tangga, PLTA Sigura-gura memasok listrik ke Inalum.
Listrik PLTA Sigura-gura ini `diantar` ke pabrik Inalum di Kuala Tanjung. Ada 271 tiang transmisi yang siap mengantar listrik ke Inalum.

Adapun PLTA ini dibangun pada 9 Juni 1978 dan diresmikan Presiden Soeharto. Kemudian, PLTA yang pembangunannya makan waktu 5 tahun, beroperasi pada 7 Juni 1983 dan diresmikan oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma.
Antoni melanjutkan pasokan listrik dari PLTA Sigura-gura ini sangat penting. Jika pasokan listrik mandek, perusahaan pelat merah ini akan menanggung rugi miliaran rupiah.

“ Empat jam (listrik) padam, bahan yang di pabrik akan beku dan kami rugi Rp2,5 miliar dari 510 pot (pot reduction/tungku peleburan),” kata dia. (ism)