Jadi Operator Pesawat Kepresidenan, Pelita Air Diapresiasi JK

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 Oktober 2019 13:14
Jadi Operator Pesawat Kepresidenan, Pelita Air Diapresiasi JK
Wapres Jusuf Kalla puas dengan pelayanan Pelita Air.

Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pelita Air. Maskapai milik Pertamina ini telah memberikan layanan terbaik sebagai operator Pesawat Kepresidenan.

" Terima kasih kepada Pelita Air yang selama ini melayani penerbangan kenegaraan. Semua selalu tepat waktu dan menyenangkan sehingga tugas berjalan dengan baik," kata Jusuf, dikutip dari Pertamina.

Ucapan tersebut disampaikan Jusuf lewat secarik kertas. Jusuf menulisnya setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta usai perjalanan dinas dari Yogyakarta pada Kamis, 10 Oktober 2019.

Surat JK© Pertamina

Mendarat di Halim, JK disambut Dan Lanud Halim Perdanakusumah, Marsekal Pertama M Tonny Harjono, Direktur Utama Pelita Air Service Dani Adriananta, Direktur Keuangan & Umum Pelita Air Service Muhammad Priyadi, dan Plt. Direktur Produksi Pelita Air Service Tri Harwiyono.

1 dari 5 halaman

Kebanggaan Pelita Air

Pada kesempatan tersebut, Dirut Pelita Air, Dani Andriananta, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Wapres Jusuf Kalla selama terbang dengan Pesawat Kepresidenan milik Pelita Air.

" Atas nama tim Pelita Air Service dan direksi kami bangga dapat memberikan layanan kepada Bapak Wakil Presiden, kami selalu komit dalam menjalankan tugas dengan mengutamakan aspek safety, reliability, dan on time performance," kata Dani.

Pilot pesawat RJ-85 PK-PJJ, Capt. Yusak Aji Isnawan memiliki kesan tersendiri kepada sosok Jusuf. Seringkali Yusak mengantarkan Jusuf setiap kali sedang bertugas ke daerah.

" Kesan saya, pak Wapres Jusuf Kalla dan ibu sangat ramah. Beliau juga sangat on time saat melakukan penerbangan," kata dia.

Pelita Air dipercaya menjadi operator Pesawat Kepresidenan dan bertanggung jawab penuh atas kelancaran perjalanan Presiden dan Wapres saat kunjungan kerja ke daerah maupun dinas luar negeri.

2 dari 5 halaman

Wapres JK Wakafkan Tanah Keluarga ke Unida Gontor

Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mewakafkan tanah miliknya untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi, Universitas Darussalam (Unida). Proses wakaf itu dilakukan JK ketika menghadiri peresmian menara Baru Masjid Jami` Pondok Pesantren Modern, Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

" Untuk Gedung Pusat Studi Ekonomi Islam UNIDA Gontor atau Center of Islamic Economic Studies (CIES), yang pada awal peletakan batu pertamanya juga oleh M. Jusuf Kalla dan Bapak Suahaeli Kalla yang mewakili dari pihak keluarga," kata rektor Unida, Prof Amal Fathullah Zarkasyi, dilaporkan Merdeka.com, Kamis, 3 Oktober 2019.

Amal mengatakan, gedung pusat kajian ekonomi itu akan mengkaji sejumlah gerakan bisnis yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan manajemen.

Gedung terdiri dari dua lantai yang luasnya mencapai 52x29,5 meter. Dana proyek ini mencapai Rp11 miliar.

Menurut Amal seluruh pembiayaan merupakan bantuan dari keluarga Haji Kalla.

JK mengatakan, keluarga mewakafkan tanah agar Pondok Gontor setiap tahunnya selalu mengalami perubahan menuju kemajuan.

" Abad ini, abad penuh perubahan bahwa pondok modern itu sangat berkembang sangat dinamis modern tahun 30 berbeda tahun 2019/2020. Jadi dengan mewakafkan diharapkan bisa mendorong kemajuan Gontor," kata JK.

JK menyebut, keluarga Kalla sejak tahun 70-an menghargai Gontor. Bahkan, dia ikut mendirikan Gontor di Poso.

" Dulu di Makassar tapi tertunda. Insya Allah untuk menjadi kemajuan masyarakat di daerah bisa sejalan dengan kemajuan bangsa ini, karena saya akan selalu katakan beda antara sekolah dan museum," katanya.

Universitas, kata dia, harus lebih baik ke depannya. Dia tidak ingin melihat ke belakang layaknya museum, 
" Kita harus melihat ke depan yang jauh lagi, Gontor bisa beramal jariyah, menara masjid Jami, pendidikan ekonomi syariah," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Erwin Yohanes)

3 dari 5 halaman

Putri Pendiri Pondok Gontor Meninggal Saat Dekap Alquran

Dream - Kabar duka datang dari keluarga pemilik Pondok Pesantren Gontor Ponorogo. Putri pemilik Pondok Gontor, Siti Aminah Sahal, meninggal pada Kamis, 14 April 2016, sekitar pukul 05.30.

Kepergian Siti Aminah tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga tapi juga ribuan santri Pondok Gontor. Namun terlepas dari duka yang ditinggalkan, terselip cerita mengharukan seputar kematian Siti Aminah.

Menurut anak kedua almarhumah, Kurnia Rahman Abadi, Siti Aminah Sahal memiliki riwayat penyakit jantung. Tetapi, penyakit itu telah diobati sehingga almarhumah tidak pernah lagi mengalami gangguan jantung selama bertahun-tahun.

Kurnia melanjutkan, almarhumah sempat pergi mengikuti acara keluarga di Solo pada Rabu, 13 April. Kemudian, pulang kembali ke Pondok Gontor sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Siti Aminah masih menjalankan kegiatan seperti biasa.

 

4 dari 5 halaman

Usai Sholat Subuh

Pada hari Kamis sekitar pukul 04.00 WIB, almarhumah juga masih menjalankan rutinitas seperti biasa. Ia masih sempat membangunkan anaknya untuk melakukan salat subuh.

" Selain itu, almarhumah juga menanyakan kepada saya yang akan berangkat ke Yogyakarta untuk mengajar," kata Kurnia seperti dikutip dari madiunpos.com.

Seusai salat Subuh, Kurnia berpamitan untuk berangkat ke Yogyakarta kepada almarhumah. Namun betapa kagetnya, saat itu, ia melihat sang ibu sudah tersungkur di tempat salat dengan mendekap kitab suci Alquran.

Saat itu, kondisi almarhumah telah pucat dan segera dilarikan ke rumah sakit. Setibanya di Rumah Sakit Darmayu, Ponorogo, almarhumah dinyatakan sudah meninggal dunia. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Nikita Mirzani, Mantan Santri Gontor, dan Pesantrenkan Anak

Dream - Hari pertama sekolah pada Senin 15 Juli 2019 menjadi momen penting bagi banyak orangtua. Termasuk para selebritis yang memiliki anak di usia sekolah. 

Ada anak yang baru pertama menginjakkan kaki di sekolah formal, Taman Kanak-kanak atau setaranya, Sekolah Dasar atau sejenisnya, sampai tingkat Pesantren. 

Termasuk yang dilakukan artis presenter kontroversial Nikita Mirzani. Tak diduga, di balik sosoknya yang selalu menjadi perbincangan, Nikita Mirzani memilih pesantren untuk pendidikan putrinya.  

Diketahui, putri Nikita Mirzani, Laura Meizani Nasseru Asry menjalani pendidikan pesantren di Tangerang, Banten. Di hari pertama sekolah, Nikita pun mengantar putri yang disapa Laura atau Lolly itu. 

Tak cuma itu, Nikita yang kerap mengunggah foto-foto sensual itu kali ini tampil beda. Sangat berbeda dari biasanya, mantan istri Dipo Latief itu mengenakan hijab syar`i saat mengantar Laura ke pesantren. 

Beri Komentar