Berkarier Butuh Kesabaran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 November 2017 13:45
Berkarier Butuh Kesabaran
Ada tiga dampak negatif kita jika menjadi orang yang tergesa-gesa.

Dream – Sahabat Dream, orangtua selalu mengajarkan perbuatan baik dalam kehidupan, misalnya kesabaran. Mereka kerap meminta kita untuk bersabar ketika menunggu antrean naik kereta mainan anak. 

Nah, pelajaran sabar ini juga bermanfaat bagi kehidupan karier. Misalnya, tidak terlalu menuntut ketika mendapatkan promosi baru dari atasan. Atau, sabar ketika menunggu giliran untuk promosi jabatan.

Mengapa? Kalau bersikap tidak sabar, nantinya Sahabat Dream akan menemui masalah dalam berkarier. Tak percaya?

Dilansir dari The Muse, Jumat 10 November 2017, ada tiga alasan mengapa sikap tidak sabaran ini patut dihindari dalam berkarier.

Ilustrasi© shutterstock

 

Pertama, Sahabat Dream akan terluka ketika berharap terlalu tinggi. Ya, meniti karier ini merupakan sebuah proses dan proses ini yang harus dinikmati. Kalau tidak sabaran, Sahabat Dream malah merasakan karier berjalan sangat lambat. Ketika ingin lekas mencapai puncak, yang terlontar dari mulut ketika karier berjalan lambat adalah “ gini doang?.

Yang kedua, sikap tidak bisa bersabar ini akan melukai Anda ketika terlalu cepat bereaksi. Misalnya, setelah mendapatkan e-mail dari klien, Anda langsung mem-follow up e-mail mereka. Dua hari kemudian, Sahabat Dream langsung mengetikkan e-mail untuk memastikan klien akan menerima surat elektronik Anda.

Hei! jangan terlalu terburu-buru. Klien Anda punya urusan di luar membalas pesan yang dikirimkan. Bisa jadi mereka sedang sibuk. Jika terus-menerus mengirimkan e-mail dan tidak bersabar, klien akan berpikir negatif tentang Anda.

Ilustrasi© shutterstock

Terakhir, rasa tidak sabaran ini akan mengganggu Anda jika ingin hengkang dari kantor, sementara Anda belum siap. Lebih baik mempersiapkan diri sebelum keluar dari perusahaan tempat bekerja.

Misalnya, membekali diri dengan keterampilan yang cukup. Yang paling penting, mendapatkan pekerjaan baru terlebih dahulu. Jangan sampai belum dapat pekerjaan baru, eh, sudah keluar duluan. (ism) 

Beri Komentar