Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Peluang untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali terbuka. Meski masih memberlakukan moratorium, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menegaskan akan menambah porsi Calon PNS dari sekolah kedinasan dan formasi khusus.
Kabar baik itu disampaikan Menteri PANRB, Asman Abnur di sela-sela acara sharing knowledge implementasi e-Government di kantor Kementerian PANRB Jakarta, dikutip Dream, Senin, 6 Februari 2017.
" Kemarin kami terima Direktur STAN, kami katakan bahwa kami akan tambah formasinya. Lulusan sekolah itu tidak hanya ditempatkan di Dirjen Pajak, BPKP, Kementerian Keuangan tapi di seluruh daerah,” ujarnya.
Selain STAN, Asman juga mengatakan formasi untuk lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) juga akan ditambah. “ Tapi tidak dikembalikan ke daerah asalnya," kata Asman.
Sedangkan untuk formasi khusus, pemerintah akan mengutamakan sarjana yang lulus cumlaude, terutama yang mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5. Formasi khusus juga termasuk atlet berprestasi.
" Dengan adanya perbaikan ini mudah-mudahan tidak ditemukan lagi pegawai dengan seragam PNS yang nongkrong di kedai kopi pada jam kerja," ujar Asman.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi langkah Kementerian PANRB yang akan membuka formasi khusus bagi lulusan cumlaude.
Menurutnya, proses rekrutmen CPNS merupakan langkah yang sangat penting dalam reformasi birokrasi, sehingga tidak boleh main-main. Baginya, kalau diberi jatah penambahan formasi CPNS, hanya akan meminta lulusan D3.
“ Mereka akan saya jadikan eksekutor di ujung. Sebab kalau yang lulusan S1, belum apa-apa sudah minta jabatan," kata Abdullah Azwar Anas. (Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya