Pangeran Mahkota Saudi Ngebet Investasi di Indonesia, Salah Satunya di IKN

Reporter : Alfi Salima Puteri
Kamis, 10 Maret 2022 07:12
Pangeran Mahkota Saudi Ngebet Investasi di Indonesia, Salah Satunya di IKN
Luhut mengatakan, pangeran Arab Saudi, Muhammad bin Salman tertarik melakukan kerja sama di berbagai sektor usaha.

Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, menyampaikan ketertarikannya berinvestasi di Indonesia. Bahkan sang calon raja ini ingin segera menandatangani naskah kerja sama investasi.    

Kabar ketertarikan Pangeran Muhammad bin Salman berinvestasi itu disampaikan Luhut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi beberapa waktu lalu.

“ Dari Crown Prince Muhammad bin Salman (MBS) sangat cepat gerakannya sehingga tadi kami laporkan apa yang harus kita lakukan," ujar Luhut dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Rabu, 9 Maret 2022.

Menurut Luhut, Muhammad bin Salman menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dalam beberapa proyek, salah satunya pembangunan ibu kota negara (IKN). Arab Saudi juga menyampaikan ketertarikannya untuk menyuplai minyak mentah untuk industri petrokimia, hingga pengembangan mangrove dan terumbu karang.

1 dari 3 halaman

" Juga tadi mereka masuk dalam sovereign wealth fund kita. Jadi PIF (The Public Investment Fund) mereka akan masuk di berbagai macam proyek," terangnya.

Mendengar laporan tersebut, lanjut Luhut, Presiden memerintahkan untuk membentuk satuan tugas untuk mempercepat realisasi investasi Saudi. Tim tersebut akan langsung bekerja dan berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi.

Tim Satgas ini akan berangkat kembali ke Riyadh untuk merundingkan berbagai hal teknis dengan pihak Saudi.

“ Kita berharap mungkin satu-dua minggu setelah itu pihak Riyadh akan datang kemari untuk nanti membicarakan teknis setiap proyek dan melihat potensi proyeknya,” ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Muhammad bin Salman juga telah menyampaikan pada Luhut bahwa ia akan datang dua kali ke Indonesia tahun ini.

" Pertama sebelum G20 dan itu berharap akan nanti bisa tanda tangani semua item proyek itu dengan pemerintah Indonesia, dan kemudian kunjungan kedua beliau akan datang untuk menghadiri G20,” tambahnya.

Selain itu, Luhut bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga turut mendampingi Presiden Jokowi menerima kedatangan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair.

3 dari 3 halaman

Menurut Luhut, kehadiran Tony Blair untuk membantu mengomunikasikan banyak hal karena ia juga merupakan utusan khusus dari Pemerintah Inggris untuk Timur Tengah.

“ Beliau banyak tadi memberikan komentar pada Presiden setelah tadi presentasi kami berikan di kantor pada siang hari bahwa apa yang dibuat Indonesia sekarang ini betul-betul on the right track yaitu dengan hilirisasi, dengan digitalisasi, dengan pembangunan ibu kota baru yang link dengan tadi integrated industrial park di North Kalimantan,” paparnya.

Beri Komentar