5 Industri Andalan Jokowi di Era Industri 4.0

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 September 2019 19:36
5 Industri Andalan Jokowi di Era Industri 4.0
Butuh langkah lebih cepat agar INdonesia bisa menuju ke negara industri tangguh.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak perencanaan matang peta jalan penerapan industri 4.0 yang telah diluncurkan April 2019 yang lalu. Sebanyak lima industri akan dijadikan andalan pemerintah menyongsong era penuh teknologi tersebut. 

Kelima industri andalan tersebut adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, dan elektronik. 

Menurut Jokowi, upaya pengembangan lima industri prioritas menyambut era 4.0 itu perlu langkah-langkah teknis yang lebih spesifik. Tujuannya agar road map industri 4.0 benar-benar bisa menghadapi perubahan-perubahan yang sangat cepat. 

“ Saya tekankan menuju ke negara industri yang tangguh kita harus berani berubah, berani melakukan berbagai lompatan dan langkah-langkah terobosan,” kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 3 September 2019.

Jokowi menilai sejumlah terobosan diperlukan mulai dari perbaikan regulasi yang tidak sinkron, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), membangun ekosistem inovasi industri yang baik, serta meningkatkan insentif untuk investasi di bidang teknologi.

Kemudian, pemerintah juga mendesain ulang zona-zona industri sampai perbaikan alur aliran bahan materinya.

1 dari 4 halaman

Harus Nyata di 5 Sektor

“ Kalau konsentrasi memperbaiki struktur industri nasional semakin dalam, kita akan mampu meningkatkan PDB (Pendapatan Domerstik Bruto) secara signifikan,” kata dia.

Jokowi mengatakan, yang paling penting, kata dia, adalah mendorong peningkatan ekspor dan investasi.

“ Yang tak kalah penting, peningkatan lapangan pekerjaan baru yang bisa menampung lebih banyak lagi tenaga-tenaga kerja yang ada di negara kita,” kata dia. 

2 dari 4 halaman

Iri Tertinggal dari UEA, Jokowi: Dulu Mereka Naik Unta Kita Sudah Holden

Dream - Presiden Joko Widodo masih kagum dengan kecepatan pertumbuhan ekonomi Uni Emirat Arab yang melampaui Indonesia. Padahal di tahun 60-an, negara Gurun itu kalah dibandingkan Indonesia.

Kekaguman tersebut disampaikan Jokowi, nama sapaan presiden, saat memberikan sambutan Pembukaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2019 di Bali, Selasa, 21 Agustus 2019, malam.

“ Beliau menyampaikan pada saya, Presiden Jokowi, tahun 60 kami dari Dubai ke Abu Dhabi itu masih naik onta,” ujar Jokowi menirukan jawaban Sheikh Muhammad dari UEA.

Masih menurut Shekh Muhammad, lanjut Jokowi, Indonesia saat itu sudah bisa mengendarai mobil Holden dan Impala.

Kemajuan mulai terlihat dari tahun 1970. Warga di Dubai yang akan ke Abu Dhabi mulai menaiki truk dan pickup. Lagi-lagi Indonesia selangkah lebih jauh dengan mulai banyak menggunakan mobil Toyota Kijang.

3 dari 4 halaman

Indonesia Mulai Tertinggal di Era 1980

Namun menginjak tahun 1980-1985, UEA justru melompat lebih jauh dibandingkan Indonesia. " Di sana sudah melompat semuanya, kita masih naik Kijang," ujarnya.

Melihat perkembangan cepat UEA, Jokowi menilai keunggulan negara tersebut terletak pada kecepatan. Di masa depan, tidak akan ada lagi anggapan negara besar menguasi negara kecil atau negara kaya menguasi negara miskin

" Tetapi negara cepat akan menguasai negara yang lambat," ujarnya.

 

4 dari 4 halaman

Kebanyakan Aturan yang Malah Menjerat Diri Sendiri

Presiden mencontohkan Indonesia saat ini terlalu banyak memiliki aturan yang justru menjerat diri sendiri.

" Yang buat kita sendiri, yang bingung kita sendiri, yang nggak bisa cepat juga kita sendiri,” kata Presiden.

Jokowi berharap ke depan Indonesia seharusnya tidak perlu terlalu banyak memiliki Undang-Undang (UU). Akan lebih baik jika Indonesia memiliki sedikit UU namun kualitasnya sangat baik.

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri