Kabar Gembira untuk PNS, Tahun Depan Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 19 Agustus 2021 13:35
Kabar Gembira untuk PNS, Tahun Depan Tetap Dapat THR dan Gaji ke-13
Berapa anggaran yang disediakan pemerintah?

Dream – Ada kabar baik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) alias PNS. Tahun depan, para PNS dipastikan tetap mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.

Pemerintah menganggarkan Rp426,76 triliun untuk belanja pegawai dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Rinciannya, anggaran itu ditujukan untuk gaji PNS beserta tunjangan kinerja (tukin), tunjangan hari raya (THR), dan gaji ke-13. Ini tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Anggara belanja pegawai di RAPBN 2022 mencapai Rp426,76 triliun. Nilainya naik Rp27,46 triliun dari bujet di outlook 2021 yang sebanyak Rp399,31 triliun.

Dari angka ini, tersedia Rp266,41 triliun di antaranya untuk belanja pegawai, termasuk gaji PNS dan tukin di tingkat kementerian/lembaga.

“ Anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran gaji PNS dan tunjangan kinerja bagi para aparatur negara sesuai dengan capaian reformasi birokrasi dari masing-masing instansi,” dalam RAPBN 2022.

Pemerintah juga akan memberikan gaji ke-13 dan THR. Disebutkan bahwa dua insentif ini masuk ke kebijakan bersama dengan kelanjutan program vaksinasi dan reformasi sistem kesehatan nasional, beserta program bantuan sosial (bansos), seperti Kartu Sembako, PBI, JKN, dan KIP Kuliah.

(Sumber: Liputan6.com/Maulandy Rizky Bayu Kencana)

1 dari 4 halaman

Jokowi Sebut Dunia Hadapi Bencana, Ini Target RAPBN 2021

Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan anggaran negara tahun 2021 akan difokuskan pada upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemik Covid-19. Penanganan ini menjadi perhatian banyak negara di dunia terutama stimulus fiskal.

Dalam Pidato penyampaian Rancangan UU APBN 2021 Beserta Nota Keuangannya di Sidang Tahunan MPR/DPR, Jumat, 14 Agustus 2020, presiden mengatakan pandemik Covid-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abada ini.

" Berasal dari masalah kesehatan, dampak pandemik Covid-19 telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, bahkan sektor keuangan," ujar Jokowi.

 

© Dream

 

Penanganan yang luar biasa, teritama stimulus fiskal, telah dilakukan oleh banyak negara, Jerman diketahui mengalokasikan stimulus fiskal sebesar 24,8 persen PDBnya. Namun pertumbuhannya terkontraksi minus 11,7% di kuartal kedua 2020.

Hal yang sama terjadi pada Amerika Serikat mengalokasikan 13,6 persen PDB, namun pertumbuhan ekonominya minus 9,5%.

" Kita pun melakukan langkah yang luar biasa..... Tahun 2020, APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07 persen PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34 persen PDB," ujaar Jokowi.

 

2 dari 4 halaman

Pelebaran defisit terpaksa dilakukan karena kebutuhan penanganan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian di saat pendapatan negara menurun.

Menyambut tahun 2020, pemerintah menyatakan ketidakpastian global domestik masuk akan terjadi. Upaya program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan berbarengan dengan reformasi di bidang bidang.

Presiden juga meminta kebijakan relaksasi defisit di atas 3 persen dari PDB tetap diberlakukan. Namun hal itu diikuti dengan tindakan kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal.

 

3 dari 4 halaman

Fokus Strategi RAPBN 2020

Terkait RAPBN 2021, pemerintah akan mengarahkan anggaran negara pada empat hal yaitu mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19, serta mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi.

Dua arah anggaran negara di tahun depan juga akan difokuskan pada upaya mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital serta pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

Jokowi memastikan RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik, juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

" Pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan, reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan," janji Jokowi.

4 dari 4 halaman

`Dompet` Sri Mulyani Tahun Depan Masih Banyak Buat `Sembuh` dari Covid-19

Dream – Pemerintah telah menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2022. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan anggaran terkait Covid-19 masih akan mewarnai alokasi belanja pemerintah.

“ APBN 2022 fokusnya sangat jelas adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui akun Youtube PerekonomianRI, Senin 16 Agustus 2021.

 

© Dream

 

Pandemi Covid-19, kata dia, masih menjadi tantangan pada 2022. Untuk itu, kata Sri Mulyani, pemerintah masih fokus kepada penanganan kesehatan dan melindungi masyarakat dari ancaman pandemi.

Untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 tahun depan, pemerintah menganggarkan anggaran senilai 5-10 persen dari pagu belanja untuk penanganan kesehatan dan perlindungan masyarakat. Misalnya, anggaran kesehatan senilai Rp255,3 triliun atau 9,4 persen dari total anggaran belanja negara tahun depan.

“ Jadi, apa yang dibutuhkan kalau menghadapi (varian) Delta ini kita bisa refocusing langsung tanpa distrupsi,” kata dia.

Beri Komentar