Kantongi Rp650 Ribu Sehari, Nenek Pengemis Ini Aslinya Tajir Melintir

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 5 November 2018 08:00
Kantongi Rp650 Ribu Sehari, Nenek Pengemis Ini Aslinya Tajir Melintir
Putranya sampai meminta orang yang melihat tidak memberikan uang pada si ibu.

Dream – Seorang nenek lanjut usia menghabiskan waktunya untuk mengemis di stasiun kereta api. Usut punya usut, ternyata wanita berusia 79 tahun ini adalah orang kaya-raya.

Dia punya vila lima lantai serta beberapa toko ritel dan properti sewaan di Hangzhou, Tiongkok.

Dilansir dari Next Shark, Senin 3 November 2018, cerita perempuan ini menjadi berita utama nasional minggu lalu.

Cerita ini menyeruak di publik setelah staf di stasiun kereta api Hangzhou memperingatkan masyarakat yang lalu-lalang di stasiun tak langsung iba dengan pengemis tua.

“ Seorang wanita tua di stasiun menggunakan usianya untuk menarik simpati, padahal situasi keuangan keluarganya cukup bagus. Jadi, tolong jangan tertipu,” bunyi pengumuman itu.

1 dari 6 halaman

Putranya Sampai Minta Jangan Dikasihani

Anak pengemis yang tak disebutkan namanya ini mengatakan sang ibu menolak ketika diminta untuk berhenti mengemis. Padahal, keluarganya sangat kaya dan kekayaannya melebihi kekayaan rata-rata orang di Tiongkok.

“ Saya melayaninya dengan makanan yang lezat setiap hari, tapi dia bersikeras untuk memohon,” kata sang anak.

Dia mengatakan ibunya juga memiliki tabungan di beberapa bank.

Dikatakan juga wanita ini memulai aksinya dengan menjual peta di stasiun kereta api. Tapi, manajemen stasiun tidak setuju. Karena ujung stasiun selalu ramai, dia mulai mengemis.

Wanita ini sampai di stasiun sekitar jam 10.00 dan pulang jam 20.00. Menurut beberapa sumber, dia menghasilkan uang 300 yuan (Rp650.371).

Untuk mencegah ibunya keluar untuk mengemis, putranya membagikan foto sang ibu di media sosial. Dia meminta orang-orang untuk tidak memberikan uang kepada sang ibu. 

2 dari 6 halaman

Sandiaga Uno Kaget, Buntuti Pengemis Tahunya Naik Fortuner

Dream - Kisah tentang pengemis tajir yang ketahuan naik mobil mewah tak hanya terjadi di negara Timur Tengah atau China. Di Jakarta, kisah itu juga terjadi. Fenomena itu bahkan disaksikan langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Dalam pengakuannya, Sandiaga mengaku pernah membuntuti seorang pengemis di dekat rumahnya. Dia memergoki seorang pengemis berwajah agak kumel sedang meminta-minta ke warga yang melintasi.

" Deket rumah saya. Coba, deh, nanti ada tuh, peminta-minta pakaian agak kumel sedikit, tapi mukanya enggak kayak orang peminta," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta dikutip dari laman Liputan6.com.

Penasaran dengan perawakan pengemis itu, Sandiaga mencoba membuntutinya. Hingga si pria berpura-pura miskin itu sampai di sebuah pojokan daerah itu.

Di tempat itu, lanjut Sandiaga, tiba-tiba sebuah sebuah mobil mewah mendekatinya. " Ternyata di pojokan naik mobil Toyota Fortuner," ujar dia.

Menurut dia, pengemis yang menyamar seperti yang ditemuinya tidak layak mendapat sedekah. Dari pandangannya, pria itu termasuk orang mampu dan tidak layak mendapatkan infak dan sedekah.

Lebih jauh Sandi mengatakan para manusia gerobak dan pengemis di Jakarta yang biasanya muncul menjelang akhir puasa akan ditampung Dinas Sosial. Dia mengimbau masyarakat tidak memberikan zakat pada pengemis terutama manusia gerobak.

Dia khawatir jika para pengemis itu mendapat zakat langsung dari masyarakat, akan semakin banyak orang yang datang mengemis ke Jakarta.

" Nanti insyallah bisa disalurkan dan meningkatkan taraf hidup, membuka lapangan kerja dan memastikan tidak ada migrasi besar manusia gerobak atau peminta-minta musiman, karena secara tradisi kota suka bagi-bagi uang," dia menandaskan.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Delvira Chaerani Hutabarat)

3 dari 6 halaman

Pengemis Tajir, Punya 3 Istri Plus Gajian Rp211 Juta Sebulan

Dream - Seorang pengemis di pagi hari, tapi jadi pengusaha di malam hari. Itulah aktivitas sehari-hari pria India bernama Chhotu Baraik.

Kehidupan Chhotu yang unik tidak sampai di situ saja. Dia juga punya kehidupan rumah tangga yang bahagia bersama tiga istri. Salah satu istri Chhotu itu membantunya menjalankan toko miliknya.

Chhotu, warga Chakradharpur di distrik Singhbhum Barat, mengatakan bahwa dia menginvestasikan seluruh uang yang dimilikinya dari mengemis.

Menurut Chhotu, penghasilannya dari mengemis dan berbisnis itu mencapai total 1 juta rupee sebulan atau setara Rp211 juta lebih.

Yang membuat orang-orang semakin kagum kepada pria 40 tahun itu adalah Chhotu adalah seorang penyandang cacat di kedua kakinya.

" Awalnya, saya berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun kemiskinan terus menghantui saya seperti bayangan saya.

" Saya kemudian mengemis dan mendapatkan banyak uang. Saya lalu menginvestasikan uang hasil mengemis ke berbagai bisnis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih bagus," katanya.

4 dari 6 halaman

Penghasilan yang Fantastis

Dream - Sebenarnya penghasilan Chhotu dari mengemis saja sudah besar jika dibandingkan dengan seorang karyawan kantoran.

Chhotu mendapatkan penghasilan 30 ribu rupee atau setara Rp6,3 juta setiap bulan hanya dari mengemis.

Pemasukannya bertambah besar karena Chhotu memiliki toko pribadi yang menjual berbagai macam peralatan yang dijalankan oleh salah satu dari tiga istrinya.

Tidak itu saja, dia juga menjadi distributor dari Vestige, sebuah perusahaan terkemuka yang bergerak dalam bidang produk kesehatan dan perawatan pribadi.

5 dari 6 halaman

Punya 20 Karyawan

Dream - Untuk menjalankan bisnis, Chhotu memiliki 20 karyawan. Begitu selesai mengemis di pagi sampai siang hari, Chhotu akan berganti baju kantoran lengkap dengan dasi untuk menjalankan bisnisnya.

Chhotu merasa bersyukur punya tiga istri yang bisa hidup rukun meski tinggal dalam satu rumah.

" Istri pertama saya menjalankan toko peralatan. Penghasilan dari mengemis dan bisnis pemasaran dibagi sama di antara dua istri saya yang lain. Jadi tidak ada perselisihan di antara mereka," katanya.

Meski sudah menjadi pebisnis sukses, Chhotu mengaku tidak berniat untuk berhenti menjadi pengemis.

6 dari 6 halaman

Tak Hanya Dia yang Sukses

Dream - Kisah yang sama dilaporkan dari Bihar beberapa waktu yang lalu. Seorang pengemis wanita bernama Sarvatia Devi memiliki dua rekening tabungan. Dia juga memiliki investasi dalam bentuk dua polis asuransi unit link atas namanya.

Dia membayar premi tahunan sebesar 31.000 rupee, atau setara Rp6,5 juta untuk satu polis asuransi jiwa sebesar 300.000 rupee, setara Rp63,4 juta.

Devi juga membayar premi lainnya sebensar 5.000 rupee per tahun atau setara Rp1 juta untuk polis asuransi sebesar 100.000 rupee, setara Rp21,1 juta.

(Sumber: gulfnews.com)

Beri Komentar