Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Para Penambang Berlian Darah Sedang Bekerja (Foto: Wittyfeed.com)
Dream - Sierra Leone sangat terkenal dengan berliannya. Namun setelah perang saudara selama 11 tahun, berlian yang ditambang di Sierra Leone punya sebutan berlian darah atau blood diamond.
Kisah berlian darah itu bahkan sempat dijadikan latar belakang film yang dibintangi Leonardo DiCaprio, dengan judul yang sama, Blood Diamond.
Selama perang saudara, berlian menjadi rebutan pemerintah dan pemberontak. Mereka, secara bergantian, menguasai tambang-tambang berlian.
Setelah ditambang, berlian dijual kepada pembeli internasional untuk ditukar senjata atau logistik.
Meski sekarang konflik telah berlalu, kegiatan penambangan berlian masih berjalan, terutama di Kono Utara, sebuah distrik yang kaya akan berlian.
Penambangan dijalankan oleh sebuah perusahaan tambang Afrika Selatan bernama Koidu Holdings.
© Dream
Dream - Perusahaan ini menggunakan teknologi tinggi untuk menyisir area yang menyimpan kandungan berlian yang melimpah. Banyak penambang yang bekerja di perusahaan ini.
Salah satunya adalah Philo. Dia telah bekerja sebagai penambang berlian di Kono selama 23 tahun terakhir.
Selama perang, dia meninggalkan Kono dan pergi ke Guinea untuk mengungsi. Tapi setelah perang usai, dia kembali ke kampung halamannya dan mulai menambang berlian lagi.
Philo bekerja secara kelompok yang terdiri dari tiga orang, termasuk dirinya. Saat menambang berlian, masing-masing memiliki tugas sendiri-sendiri.
Ada yang mengambil lumpur dan pasir dari sungai untuk dimasukkan ke dalam mesin penyaring. Sementara yang lain mengaduk-aduk lumpur dan pasir itu dengan air.
Satu orang lainnya bertugas mengumpulkan sisa lumpur hingga menjadi gundukan. Setelah dirasa cukup, tahap penyaringan dimulai.
© Dream
Dream - Setelah melakukan penyaringan yang cukup melelahkan selama tiga jam, Philo akhirnya menemukan sebutir kecil berlian.
"Pekerjaan ini sangat melelahkan. Seandainya saya punya keahlian yang lain saya akan pindah pekerjaan," katanya.
Untuk pekerjaan yang melelahkan itu, Philo hanya dapat bagian US$ 20 atau sekitar Rp 300 ribu.
Tapi dia tetap senang dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkannya.
Di negara dengan tingkat pengangguran di kalangan muda mencapai 70 persen, pertambangan berlian sangat berarti.
Pertambangan berlian paling tidak memberi mereka sumber pendapatan dan penghidupan.
(Ism, Sumber: wittyfeed.com)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan