Gandeng British Council, Bekraf Dorong Bisnis Fesyen Mendunia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 13 April 2016 10:01
Gandeng British Council, Bekraf Dorong Bisnis Fesyen Mendunia
Indonesia ingin mengembangkan industri ekonomi kreatifnya dengan negeri ini.

Dream - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menginisiasi kerja sama dengan British Council Indonesia dalam hal pengembangan industri kreatif di Indonesia. Lewat cara ini, Bekraf berharap bisa membantu pelaku industri kreatif menembus pasar internasional.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf, mengatakan ekonomi kreatif telah berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus kerja sama ini adalah industri fesyen.

" Bekraf mendukung usaha pelaku industri kreatif untuk berkarya dan berniaga tidak hanya di pasar dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Salah satu contohnya ialah kesempatan desainer busana muslimah Indonesia untuk tampil di ajang London Fashion Week 2016," kata Triawan di Butik Wimo, Jakarta, Selasa, 12 April 2016.

Triawan menambahkan, salah satu subsektor ekonomi kreatif yang dibidik dalam kerja sama ini adalah industri teknologi digital.

Direktur Kesenian Kreatif British Council Indonesia, Adam Pushkin, menambahkan, kerja sama pengembangan industri ini bertujuan untuk membangun jejaring komunitas global.

" Setelah sukses dengan sustainable dan ethical fashion, kami akan mengolaborasi seniman dan pekerja kreatif di Indonesia dan Inggris," kata Pushkin.

Sekadar informasi, inisiasi kerja sama ini akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (Mou). Rencananya, perjanjian ini akan diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja ke Inggris pada 19-20 April 2016.

" Penandatangan MoU ini sebagai momentum untuk memperbarui agenda kerja sama Indonesia dan Inggris," kata dia.

Pushkin mengatakan ada beberapa pelaku industri kreatif yang berkesempatan untuk mempelajari industri kreatif di Inggris, seperti CEO HijUp, Diajeng Lestari, pengembang ekosistem musik digital Musikator, Robin Malau, dan Direktur Program film dokumenter In-Docs Amelia Hapsari.

 

Beri Komentar