Kementerian BUMN Batalkan Program Mudik Gratis 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 29 Maret 2020 16:42
Kementerian BUMN Batalkan Program Mudik Gratis 2020
Dana penyelenggaraan program ini akan dialihkan untuk penanganan virus corona.

Dream - Kementerian Badan Usaha Milik Negara membatalkan program Mudik Gratis 2020. Agenda rutin tersebut untuk tahun ini terpaksa ditiadakan mengingat penyebaran wabah virus corona yang terus meluas.

" Atas arahan dari Pak Menteri, kami cukup sedih akhirnya terpaksa batalkan mudik gratis yangg dilakukan oleh BUMN yang telah dilakukan bertahun-tahun selama ini," ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Minggu 29 Maret 2020.

Arya mengatakan Menteri BUMN, Erick Thohir, telah meminta masyarakat untuk tidak mudik. Ini untuk menjaga keluarga yang berada di kampung agar tidak tertular Covid-19.

" Kita tetap berada di tempat masing-masing, tetap melakukan isolasi diri di rumah, dan kemudian tetap stay safe di rumah," kata Arya.

 

1 dari 5 halaman

Minta Masyarakat Gotong Royong

Terkait dana mudik gratis yang selama ini dialokasikan dari CSR BUMN, kata Arya, untuk tahun ini dialihkan untuk kesehatan. Dana tersebut diprioritaskan untuk menghadapi virus corona.

" Ini adalah langkah yang dimintakan oleh Pak Erick kepada semua BUMN supaya dengan pengalihan ini masyarakat Indonesia akan cepat terbantu," ucap dia.

Peserta Mudik Gratis BUMN tahun ini, terang Arya, ada sekitar 275 ribu orang. Dia berharap wabah virus corona dapat segera selesai dan semua orang sehat.

Lebih lanjut, Arya menyampaikan pesan Erick agar masyarakat bergotong royong dalam membantu menyelesaikan wabah Covid-19. Tanpa gotong royong, kata dia, virus corona tidak akan cepat hilang.

" Kuncinya adalah gotong royong dan bersama-sama bersatu lawan corona," kata dia.

2 dari 5 halaman

Update Corona Indonesia: Jumlah Kasus Positif Bertambah Jadi 1.285

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan jumlah pasien positif di Indonesia mengalami peningkatan. Data tersebut didasarkan pada pemeriksaan laboratoriun terhadap 6.500 pasien di 30 provinsi.

" Ada penambahan kasus positif 130 sehingga jumlah total sekarang 1.285 pasien," ujar Yuri di Jakarta, Minggu 29 Maret 2020.

Jumlah pasien sembuh, kata Yuri, juga mengalami pertambahan. Hingga hari ini, ada 5 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh.

" Sehingga totalnya menjadi 64 orang," kata dia.

Tetapi, angka kematian juga menunjukkan peningkatan, Menurut Yuri, jumlah pasien meninggal akibat virus corona hari ini bertambah 12 orang sehingga total menjadi 114 orang.

" Oleh karena itu, kita harus sadari bahwa masih ada kasus positif yang belum menjalani isolasi diri, masih ada yang menjalin kontak, masih ada yang tidak cuci tangan," kata Yuri.

Selanjutnya, Yuri mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak dan tetap berada di rumah. Jika harus keluar, sebisa mungkin menghindari kerumunan.

" Gunakan masker jika harus berada di tengah kerumunan," kata dia.

Tak hanya itu, Yuri juga meminta masyarakat rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Juga mempraktikkan etika batuk dan bersin.

" Tutup dengan masker atau lengan tangan," kata dia.

3 dari 5 halaman

Cegah Corona, #MediaLawanCovid19 Serukan Kampanye 'Jangan Mudik'

Dream - Sejumlah media nasional dan lokal yang tergabung dalam gerakan #MediaLawanCovid19 meluncurkan kampanye bertajuk 'Jangan Mudik' pada Minggu, 29 Maret 2020. Diprediksi 100 media berbagai platfrom baik televisi, radio, majalah, koran, media siber dan media sosial berpartisipasi dalam kampanye bersama guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kampanye menggunakan tagar #AmanDiRumah ini dipublikasikan secara serentak dalam dua hari yaitu Minggu dan Senin. Baik oleh media berbasis di Jakarta maupun daerah lain.

Melalui kampanye masif ini, diharapkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil, seperti di tingkat RT/RW, kelompok arisan, aktivitas keagamaan, dan lainnya. Aksi ini menindaklanjuti publikasi konten perdana pada Selasa, 24 Maret 2020 lalu bertajuk “ Jaga Jarak”, yang juga menggunakan tagar #AmanDiRumah.

 Jangan Mudik© istimewa

Kampanye kedua ini semula akan dilakukan mulai Senin pagi. Tetapi, melihat fenomena masyarakat yang sudah berbondong-bondong meninggalkan Jakarta, dirasa penting untuk mempercepat kampanye “ Jangan Mudik” ini.

 

4 dari 5 halaman

Diperkirakan ada sekitar 15 juta pemudik yang akan meninggalkan Jakarta ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa. Jika ini terjadi, maka dikhawatirkan arus mudik penduduk akan membuat wabah virus vorona menjalar dengan cepat dan menambah zona merah di berbagai daerah tujuan pemudik.

Berbagai imbauan telah dikeluarkan oleh para pemimpin pusat dan daerah yang meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Namun, belum adanya larangan resmi dari pemerintah membuat arus mudik tetap deras mengalir ke berbagai wilayah.

 Jangan Mudik© dream.co.id

Atas dasar itu, maka pada Minggu pagi ini kampanye edukasi “ Jangan Mudik” mulai dilakukan oleh berbagai media yang tergabung dalam #MediaLawanCovid19.

Untuk kian menggaungkan kampanye “ Jangan Mudik”, berbagai produk yang dibuat oleh media masing-masing juga akan dipublikasikan secara simultan. Produk itu dapat digunakan oleh semua media dengan mencantumkan tagar #MediaLawanCovid19.

Hal ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga, alat dan waktu di tengah situasi Kerja Dari Rumah. Dengan begitu, jumlah konten yang dapat dipublikasikan pun menjadi berlipat ganda.

5 dari 5 halaman

Prihatin, Inilah Satu Alasan Virus Corona Covid-19 Masih Menyebar di Indonesia

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan dan Penanggulan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus corona.

Imbauan itu disampaikan mengingat masih adanya penyebaran virus corona covid-19 di tengah masyarakat terbukti bertambahnya kasus baru hingga hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 12.00 WIB.

Diketahui, jumlah kasus baru positif covid-19 di Indonesia bertambah 109 orang sehingga totalnya menjadi 1.155 kasus. Sementara kasus meninggal dilaporkan naik menjadi 102 orang dan pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang bertambah menjadi 59 orang.

" Kita masih memprihatinkan kondisi ini..... (Ini menunjukan) bahwa kebiasaan dengan mencuci tangan dengan sabun belum dimaksimal,"  kata Yuri dalam keterangan pers update covid-19 Indonesia di Jakarta.

Menurut Yuri, data menunjukan penularan yang paling banyak justru terjadi lewat perantara tangan. Melihat hal tersebut, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun seharusnya dianggap masyarakat sama pentingnya dengan upaya pencegahan melalui metode jaga jarak atau (social distancing).

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun hendaknya mulai dilakukan sebelum makan, minum, menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Yuri menyatakan kegiatan mencuci tangan tak selalu harus mengunakan hand sanitizer. Masyarakat bisa melakukan cara sederhana dengan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Selain imbauan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, Yuri juga tetap mengingatkan masyarakat agar melaksanakan metode jaga jarak utamanya dengan tetap tinggal di rumah.

Hal yang tak kalah penting adalah setiap masyarakat harus menyadari pentingnya sikap saling melindungi.

" Lindungi yang sakit agar bisa melaksanakn masa isolasi dengan maksimal, lindungi yg sehat agar terlindung dari penyakit ini," ujarnya.(Sah)

Beri Komentar