Survei: Konsumen Keberatan Tarif Ojol Naik

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 11 Februari 2019 15:15
Survei: Konsumen Keberatan Tarif Ojol Naik
Rencana kenaikan tarif ojek online masih dikaji pemerintah.

Dream – Pemerintah saat ini masih mengkaji rencana kenaikan tarif ojek online (Ojol). Dalam berbagai pembahasan, muncul wacana kenaikan tarif Rp900 perkilometer, dari Rp2.200 menjadi Rp3.100.

Research Institute of Socio-Economic Development (Rised) melakukan penelitian mengenai potensi adanya pengurangan penumpang jika tarif naik. Penelitan itu dilakukan pada Januari 2019 selama dua minggu dengan melibatkan 2.001 pengguna Ojol aktif di 10 provinsi.

" Kenaikan tarif ojek online berpotensi menurunkan permintaan konsumen hingga 72,12 persen," ujar Ketua Tim Peneliti Rised, Rumayya Batubara, di Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

 Apa yang terjadi jika tarif ojek online naik?

Dalam survei tersebut, konsumen yang menolak adanya kenaikan tarif sebanyak 22,99 persen, kemudian 48,13 persen menyatakan jika ada kenaikan tidak lebih dari Rp5 ribu dan 28,88 persen menyanggupi kenaikan tarif lebih dari Rp5 ribu.

Rised juga menyurvei rata-rata pengguna Ojol itu berjarak 8,8 kilometer. Dengan jarak tempuh tersebut, jika tarif naik menjadi Rp3,1 ribu perkilometer, konsumen harus mengeluarkan tambahan biaya sebesar Rp7.920.

" Bertambahnya pengeluaran sebesar itu akan ditolak oleh konsumen yang tidak mau mengeluarkan tambahan biaya sama sekali dan dibawah Rp5 ribu, prosentasenya 71,12 persen," kata dia.

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Siap Jadi Ayah, Raditya Dika Ingin Besanan Dengan Raffi Ahmad