Keputusan Saudi Bikin Negara Arab Makin Kaya

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 16 Agustus 2014 15:05
Keputusan Saudi Bikin Negara Arab Makin Kaya
Sebuah keputusan penting Arab Saudi bakal membuat negara-negara di kawasan Arab semakin kaya. Apa keputusan itu?

Dream - Negara-negara di kawasan Timur Tengah bakal makin kaya seiring akan masuknya investasi yang lebih besar dan beragam dari berbagai pemodal internasional. Pemicunya, rencana Arab Saudi yang akan memperkenankan pemodal asing masuk bursa saham lokal.

Pembukaan bursa saham Arab Saudi kepada investor internasional diyakini akan menggadakan jumlah uang asing yang mengalir ke pasar sekuritas Teluk. Tidak hanya Saudi, pasar Teluk lainnya juga akan kecipratan kucuran dana asing karena merupakan pasar yang terbesar di dunia Arab.

Dikutip Dream dari laporan Arabianbusiness, Sabtu, 16 Agustus 2014, bursa saham Saudi tercatat memiliki modal sekitar US$ 550 miliar. Kira-kira setara dengan seluruh pasar Teluk. Bursa Saudi juga menyumbang sekitar dua pertiga dari omzet perdagangan saham di kawasan itu.

Sayangnya, terbatasnya likuiditas telah lama menjadi keluhan investor asing saat berinvestasi di wilayah itu.

Rencana pembukaan pasar saham Saudi bagi pemodal asing juga membawa keuntungan lain khususnya bagi perusahaan, yang belum tentu bisa ditemui di kawasan Teluk lainnya. Arab Saudi banyak memiliki perusahaan ritel, produsen makanan dan manajemen rumah sakit yang semuanya dikelola oleh swasta.

Berbeda dengan kawasan teluk lainnya yang selalu berorientasi pada perusahaan real esate, perbankan dan perusahaan milik negara.

Di tengah kabar gembira ini, negara-negara teluk juga harus tetap waspada karena serbuan dana asing akan semakin memicu munculnya risiko baru.

Saudi juga berisiko menunda pelaksanaan reformasi investasi. Masuknya dana asing dapat menggoyahkan pasar domestik, sebagian dengan mendorong investor lokal menawar harga saham pada tingkat yang tidak berkelanjutan di masa depan.

Hal ini akan mengakibatkan ketidakstabilan pasar global dengan cara yang belum pernah dialami Arab Saudi. Sebelumnya, kenaikan suku bunga dolar Amerika atau crash di pasar dunia berkembang mempunyai pengaruh yang kecil di pasar Arab Saudi. Namun dengan pembukaan bursa, peristiwa-peristiwa ekonomi global dapat memicu penarikan dana secara besar-besaran oleh investor asing.

Regulator di Arab Saudi cenderung memberikan lisensi investasi secara bertahap untuk menghindari tak stabilnya pasar. Riyadh nampaknya akan mengadopsi kerangka investasi yang mirip dengan yang yang diperkenalkan China pada satu dekade yang lalu. Mereka memperluas partisipasi asing di pasar lokal melalui langkah-langkah tambahan.

Sumber risiko lainnya adalah sensitivitas pertumbuhan pasar Teluk terhadap pergerakan di luar negeri. Misalnya, Arab Saudi membuka bursa sahamnya saat suku bunga AS diperkirakan akan mulai naik setelah bertahun-tahun berada pada tingkat terendah. (Ism)

Beri Komentar