Keuangan Syariah Mandek di Angka 5%, BI Pakai Strategi Ini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 22 November 2017 18:43
Keuangan Syariah Mandek di Angka 5%, BI Pakai Strategi Ini
Pemerintah sudah lama mengembangkan keuangan syariah, namun...

Dream - Bank Indonesia (BI) tak hanya mendorong pertumbuhan keuangan syariah, tetapi juga ekonomi syariah. Bank sentral ini mengakui ekonomi syariah merupakan hal utama dalam menumbuhkan keuangan syariah.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan keuangan syariah mulai dikembangkan sejak tahun 1990. Namun, pertumbuhan keuangan syariah hingga saat ini belum tumbuh signifikan. Pasar keuangan syariah belum juga beranjak dari angka 5 persen dari total aset perbankan nasional.

Merujuk pencapaian tersebut, BI menilai faktor penting dalam menumbuhkan keuangan syariah adalah dengan menggerakan perekonomian yang syariah. 

" Ternyata sulit mengembangkan kue keuangan kalau tidak mengembangkan kue ekonomi," kata Perry dalam acara " Masa Depan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia" di Jakarta, Rabu 22 November 2017. 

BI, lanjut Perry, menggandeng Otorita Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Salah satunya, bekerja sama dengan pesantren untuk memberdayakan ekonomi di pesantren.

Pesantren, lanjutnya, bisa menjadi wadah untuk memberikan edukasi keuangan syariah di samping memberdayakan ekonomi masyarakatnya. 

" Lalu ada juga kampanye (ekonomi syariah) yang akan men-scale up (meningkatkan skala) kegiatan ekonomi dan keuangan syariah," kata dia. 

(Sah)

Beri Komentar