Kisah Sri Wigatiningsih, dari Pelosok Tulungagung Mengeruk Cuan di 4 Negara

Reporter : Alfi Salima Puteri
Sabtu, 21 Mei 2022 07:00
Kisah Sri Wigatiningsih, dari Pelosok Tulungagung Mengeruk Cuan di 4 Negara
Sri Wigatiningsih, pemilik UMKM Dinova Store berhasil membawa produk aksesori masker menembus empat negara sekaligus.

Dream - Pandemi Covid-19 yang sudah lebih dua tahun melanda dunia memang telah membunuh banyak usaha. Namun bagi yang kreatif dan pandai membaca peluang, bekapan virus Corona justru menjadi peluang usaha baru.

Seperti Sri Wigatiningsih, pemilik UMKM Dinova Store. Di tengah kelesuan ekonomi karena pandemi, dia justru mampu membawa produk aksesori masker menembus empat negara sekaligus.

Usaha yang dia bangun di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, itu mampu menembus pasar empat negara lewat salah satu e-commerce dengan memberdayakan perempuan di kampungnya.

Menurut Sri, banyak perempuan di desanya memilih tidak bekerja karena harus tetap berada di rumah untuk menjaga anak-anak dan mengurus rumah tangga. Sementara, tambah Sri, banyak dari mereka yang mengeluhkan kondisi ekonomi.

1 dari 5 halaman

“ Dari situ saya memiliki tekad untuk suatu saat dapat membuat usaha dengan mengajak mereka bekerja dan akhirnya bisa berpenghasilan tanpa perlu meninggalkan desa ini,” jelas Sri dalam siaran pers dari Shopee Indonesia yang diterima Dream pada Jumat, 20 Mei 2022.

Sri menyediakan berbagai aksesori perempuan, seperti strap dan konektor masker, ikat rambut, tas piring, hingga pakaian.

Untuk dapat mengembangkan usahanya, Sri terus mengikuti tren di pasar, sehingga dari yang awalnya hanya memiliki satu karyawan, kini Dinova Store telah memiliki sembilan karyawan dan tujuh mitra penjahit.

2 dari 5 halaman

Pada tahun 2017, Sri hanya bersama satu orang karyawan membuat bros. Karena tren tersebut mulai menurun, ia pun memiliki ide untuk membuat strap dan konektor masker pada tahun 2019.

“ Awalnya saya berjualan di media sosial pribadi. Kemudian saya mulai banyak mendengar tentang jualan online di Shopee, lalu saya coba. Alhamdulillah ternyata pecah telur di awal tahun 2020. Ditambah setelah itu muncul pandemi, jadi semakin banyak lagi orderan datang,” jelas Sri.

Berbagai optimalisasi penjualan dilakukan Dinova Store agar usahanya kian berkembang,seperti promosi iklan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada di e-commerce Shopee, hingga mengikuti program Shopee Ekspor.

3 dari 5 halaman

Setelah mencoba ekspor di tahun 2020, Dinova Store sukses menjual produknya hingga ke empat negara, yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Sri mengaku, awalnya lokasi bisnisnya yang berada di desa menjadi kendala yang dihadapi Dinova Store. Untuk menyiasati itu, dia bekerja sama dengan banyak ekspedisi yang memiliki komitmen mengejar kecepatan dalam pengiriman.

“ Karena dari desa, saya harus punya strategi bagaimana caranya produk saya cepat sampai ke customer. Saya aktifkan ekspedisi mana saja yang punya track record barang sampai dengan cepat dan aman. Jadi pembeli punya banyak pilihan jasa kirim dan cepat sampai,” jelasnya.

 

4 dari 5 halaman

Untuk semakin mengembangkan usaha Dinova Store, Sri menambah lini bisnis ke produk pakaian wanita seperti pakaian muslim, pakaian formal, hingga pakaian rumahan.

“ Sekarang, setiap hari juga selalu ada orderan dari luar negeri. Alhamdulillah sekali, dari saya yang enggak punya apa-apa, jadi bisa menggaji sembilan karyawan. Saya juga tadinya tinggal di ruko, sampai bisa bangun rumah,” ungkap Sri.

Kini, ratusan pesanan yang datang perhari dilayani oleh Sri dan karyawannya dari rumahnya yang berada di Dusun Panggung Ploso. Seorang karyawan Dinova Store, Novi Yanti, mengaku tak menyangka bisa memiliki penghasilan tanpa perlu meninggalkan keluarga.

“ Aku kerja ikut Bu Sri sejak tahun 2017. Bersyukur sekali, Bu Sri sangat membantu warga di sini dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga bekerja di Dinova Store. Kalau di sini, gajinya alhamdulillah juga baik, sambil bisa lihat anak juga. Jadi saya dulu yang belum punya apa-apa, sekarang mau beli ini itu bisa,” kata Novi.

5 dari 5 halaman

Novi adalah salah satu karyawan yang bertugas membuat kerajinan strap dan konektor masker dengan bahan tali dan pernak-pernik. Dia bahkan tak menyangka, hasil karyanya bisa terjual hingga ke pasar Asia.

“ Bangga banget. Enggak nyangka. Kalau lewat tangan-tangan kami, bisa sampai terkirim ke luar negeri,” pungkasnya.

Ekspor produk kerajinan tangan melalui Shopee mengalami kenaikan lebih dari empat kali di sepanjang tahun 2021. Pertumbuhan ekspor ini merupakan hasil dari meningkatnya penjualan produk UMKM lokal dengan kualitas yang mampu bersaing.

Dinova Store adalah satu dari lebih dari 180.000 UMKM lokal yang telah berhasil menembus pasar dunia bersama Shopee dan kini menjadi penggerak ekosistem ekonomi mandiri untuk sembilan ibu rumah tangga dan pengusaha konveksi di Kabupaten Tulungagung.

Beri Komentar