Seluruh Sektor Tumbang, Indeks Syariah KO

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 12 Desember 2019 16:55
Seluruh Sektor Tumbang, Indeks Syariah KO
Kurang `angin segar`?

Dream - Indeks syariah kembali tak berkutik pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 12 Desember 2019. Dengan seluruh indeks sektoral yang bergerak melemah, tiga indeks acuan saham syariah berguguran.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan di Hari Belana Online Nasional (Harbolnas) 12.12 ini dengan bergerak melemah 1,728 poin (0,93%) ke level 184,329. '

Sejak awal perdagangan laju ISSI memang kurang meyakinkan. Meski dibuka menguat di level 186,349 saat sesi pembukaan, indeks acuan saham syariah di Tanah Air ini langsung bergerak naik turun. 

Puncak pelemahan ISSI terjadi setelah 45 menit perdagangan dibuka. ISSI terus bergerak melemah hingga menyentuh posisi terendahnya di sesi penutupan. 

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini bergerak melemah 9,440 poin (1,37%) ke level 679,452.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 merosot 2,735 poin (1,18%) ke level 228,741.

Tanpa ada satupun indeks sektoral yang bergerak menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus jatuh ke zona merah. IHSG terpangkas 40,702 poin (0,66%) ke level 6.139,397.

1 dari 5 halaman

Investor Makin Doyan Jual Saham

Kali ini, investor makin gencar melepas saham, terutama di sektor properti, infrastruktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini masing-masing melorot 1,53 persen, 1,32 persen, 1,21 persen.

Emiten keping biru syariah yang menghuni jajaran top gainer hanya berasal dari saham-saham lapis dua. PICO memimpin laju penguatan bluechips syariah usai ditutup mengaut Rp540. Disusul TCPI Rp450, BIRD Rp230, OMRE Rp180, dan NZIA Rp155.

Sebaliknya bluechips syariah justru menghuni daftar top losser syariah. Saham UNVR terguling Rp1.100, disusul DSSA Rp475, CPIN Rp375, UNTR Rp350, dan INDF Rp225.

Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah sore ini sedikit bergerak naik. Pada perdagangan pukul 16.20, nilai tukar dolar terhadap rupiah melemah 2 poin (0,01%) ke level Rp14.032 per dolar AS.

© Dream
2 dari 5 halaman

Investor Lepas Saham, Indeks Syariah Loyo

Dream - Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bergerak kompak pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 10 Desember 2019. Sayangnya, laju pergerakan indeks kali ini sama-sama melaju ke zona merah.

Aksi jual investor memaksa tiga indeks saham syariah berguguran.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melemah 0,337 poin (0,18%) ke level 186,051. Meski sempat dibuka melemah di level 186,091 saat sesi pra-pembukaan, aksi beli investor mampu mendorong ISSI melaju positif sekitar satu jam perdagangan.

 

© Dream

 

Munculnya tekanan jual membuat ISSI perlahan-lahan mulai goyah. Indeks acuan saham syariah ini berulang kali terpeleset masuk teritori negatif dan semakin jatuh jelang sesi penutupan.

Posisi tertinggi ISSI hari ini dicetak di level 186,988 dan terendah di 185,095.

Koreksi juga dialmai Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun 1,113 poin (0,16%) ke level 690,619. Sementara indeks JII70 merosot 0,297 poin (0,13%) ke level 231,912.

IHSG yang kemarin sempat diselamatkan aksi beli jelag penutupan kali ini tak bisa berbuat banyak. IHSG turun 10,286 poin (0,17%) ke level 6.183,505.

3 dari 5 halaman

Kenaikan Dua Indeks Sektor Tak Berpengaruh

Pasar dipenuhi oleh investor yang melepas sahamnya, terutama di sektor pertanian, barang konsumsi, dan infrastruktur. Ketiga indeks ini melemah masing-masing 0,87 persen, 0,68 persen, dan 0,47 persen.

Penguatan saham pertambangan sebesar 0,97 persen dan keuangan 0,06 persen tak cukup kuat menahan laju pelemaban perdagangan.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer kali ini adalah ITMG yang harga sahamnya menguat Rp650, FISH Rp530, TCPI Rp225, MOLI Rp195, dan OMRE Rp140.

Sebaliknya, yang menduduki peringkat top loser kali ini adalah PICO yang harga sahamnya melorot Rp730, INTP Rp450, PCAR Rp325, AALI Rp200, dan TFCO Rp160.

Pada 16.50, rupiah juga ikut loyo. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah menguat 12 poin (0,87%) ke level Rp14.022.

© Dream
4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Gagal Mengekor Laju IHSG

Dream - Bursa saham syariah Indonesia gagal menguntit laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak menguat jelang sesi penutupan perdagangan Senin, 9 Desember 2019 berakhir. Tanpa motor penggerak, tiga indeks saham syariah berguguran di awal pekan ini. 

Laju ISSI memang tampak kurang meyakinkan sejak awal pembukaan perdagangan dibuka. Bergerak relatif stagnan, indeks syariah berulang kali jatuh bangun di dua zona.

Sentimen menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum cukup jadi pemicu investor berburu saham di lantai bursa.

 

© Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 0,077 poin (0,04%) ke level 186,388. Sempat dibuka menguat di level 186.641 saat sesi pra-pembukaan, ISSI bergerak fluktuatif sepanjang sesi pagi dan siang. ISSI menembus level tertingginya di 186,974 dan terendah di 185,920.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 1,157 poin (0,17%) ke level 691,732. Sementara Indeks JII70 terkoreksi 0,119 poin (0,05%) ke level 232,209.

Di saat indeks syariah terkoreksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil lolos dari tekanan jual jelang sesi penutupan berakhir. IHSG naik tipis 6,923 poin (0,11%) ke level 6.193,791.

5 dari 5 halaman

Sektor Properti Paling Digemari

Investor tertarik dengan sektor properti. Saham sektor ini ramai-ramai dibeli sehingga indeksnya melejit 1,59 persen. Penguatan juga dialami indeks sektor pertanian sebesar 0,54 persen, perdagangan 0,35 persen , barang konsumsi 0,30 persen, dan keuangan 0,28 persen.

Indeks sektor infrastruktur terkoreksi 0,99 persen, industri aneka 0,099 persen, industri dasar 0,24 persen, dan manufaktur 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah PICO yang harga sahamnya terangkat Rp810, MSKY Rp310, PCAR Rp295, AALI Rp125, dan PDES Rp120.

Harga saham SHID terkoreksi Rp450, TCPI Rp200, INTP Rp150, JSMR Rp150, dan LPPF Rp140.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bergerak menguat. Pada perdagangan pukul 16.12 WIB, dolar AS turun 32 poin (0,23%) ke level Rp14.005.

© Dream
Beri Komentar