Beritasatu.com Diserang `Penambang Digital Currency`

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 22 November 2017 16:41
Beritasatu.com Diserang `Penambang Digital Currency`
Selain bitcoin, ada pula Monero yang saat ini digandrungi pengguna internet.

Dream - Laman berita Beritasatu.com, Selasa, 21 November 2017, diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menyuntikkan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script webbase crypto-mining atau sejenis virus penggali cryptocurrency atau digital currency.

Digital currency yang sedang populer saat ini yakni Bitcoin yang harganya mencapai Rp 112 juta untuk 1 Bitcoin. Data atau identitas pemilik Bitcoin biasanya tertulis jelas dan dapat terlacak. 

Selain Bitcoin, ada pula digital currency Monero ata XMR. Mata uang digital yang diluncurkan April 2014 ini berbeda dari Bitcoin. Karena identitas pemiliknya sulit dilacak. Harga 55 XMR setara dengan 1 Bitcoin. 

Akibat kejadian ini, komputer para pengunjung laman Beritasatu.com mengalami kerja berlebih. Sebab, kemampuan komputer pengunjung laman Beritasatu.com digunakan untuk memburu digital currency.

Serangan itu segera diatasi tim internal Beritasatu.com dengan membersihkan script yang ditanam peretas. Tidak lebih dari satu jam, server ads yang diretas kembali dipulihkan pada pukul 15.00 WIB.

Eksekutif Editor BeritaSatu Media Holdings, Anthony Wonsono mengatakan, peretasan yang menimpa laman Beritasatu merupakan modus baru. Para peretas menggunakan laman yang biasanya ramai didatangi pengunjung.

" Atas kejadian kemarin pagi, kami atas nama manajemen dan redaksi meminta maaf kepada para pembaca dan pengunjung setia Beritasatu.com. Apresiasi kami sampaikan juga kepada teman-teman warganet yang aktif melaporkan kejadian ini kepada kami," ujar Anthony melalui keterangan resminya.

Kasus Sejenis

Laman Fortune pernah mengulas malware penggali cryptocurrency Monero. Dalam artikelnya, Fortune menjelaskan program buatan Java Script yang berguna menggali Monero bernama CoinHive.

Masalah yang muncul dari CoinHive ialah mendesak tenaga yang dihasilkan komputer pribadi seseorang, tanpa menyentuhnya sekalipun untuk menggali `digit` Monero. 

Perusahaan keamanan siber Check Point Software pertama kali mendeteksi script itu dari aplikasi malware bernama Adylkuzz.

Check Point mengatakan, penggunaan malware penggali Monero semakin pesat selama satu bulan terakhir. Pengguna warganet tertarik menggunakan Monero karena segala transaksi yang dibuat tidak dapat dilacak oleh blockchain. (ism) 

Beri Komentar