Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Dato Sri Tahir, melepas dolar AS siang ini, Senin 15 Oktober 2018. Tahir ingin membantu pemerintah untuk memperkuat rupiah.
Penukaran ini merupakan inisiatif pemilik Mayapada Group. Tapi, nilai dollar yang ingin ditukar itu tak disebutkan.
" Iya, benar. Rencananya jam 11.00 WIB di Bank Indonesia (BI)," kata sumber Liputan 6.com yang dekat dengan Tahir.
Saat menukar dolar AS, Tahir akan bertemu dengan Gubernur BI, Perry Warjiyo. Rencananya Tahir akan datang ke kompleks kantor BI ditemani direksi Mayapada.
Aksi jual dolar AS ini juga pernah dilakukan oleh pengusaha Surabaya pada pertengahan September lalu. Forum Komunikasi Asoisasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur melepas US$50 juta.
" Ini satu hal yang menunjukkan patriotisme. Nilai US$50 juta cukup besar untuk menstabilkan nilai rupiah," kata Kepala Perwakilan BI wilayah Jawa Timur, Difi Ahmad Djohansyah, beberapa waktu lalu.
Sumber: Liputan6.com/ Nurseffi Dwi Wahyuni
Dream – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Pakar ekonomi menyebut pelemahan rupiah ini disebakan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Dengan kenaikan ini, banyak investor asing yang menarik dana-dana untuk diinvestasikan di pasar Paman Sam sehingga memicu kenaikan dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg, Senin Oktober 2018, pada 14.30, dolar AS menguat di level Rp15.232. Nilai tukarnya menguat 70,8 poin (0,47%) dari level pembukaan di Rp15.193 per dolar AS.

Menurut laman Bank Indonesia, Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI ditetapkan sebesar Rp15.193. angkanya melemah dari JISDOR Jumat 5 Oktober 2018 yang sebesar Rp15.182.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya