Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jose Adolfo Quisocola Condori Mendirikan Bank Ketika Berusia 7 Tahun. (Foto: Oddity Central)
Dream – Banyak anak bermimpi menjadi pengusaha ketika sudah dewasa. Tapi, ada beberapa yang merintisnya sejak dini, seperti Jose Adolfo Quisocala Condori.
Anak Peru ini mulai membuat bank khusus anak-anak ketika dia berusia 7 tahun. Kini, dia telah melayani 2 ribu nasabah dan menawarkan beragam layanan finansial.
Dikutip dari laman Oddity Central, Sabtu 13 Oktober 2018, kini, dia berusia 13 tahun. Jose mendapatkan ide ini setelah sadar teman-teman sebayanya menghabiskan uang untuk membeli permen dan mainan. Padahal, uang yang didapat bisa digunakan untuk pembelian berharga yang lain.
Jose memahami menabung dan mendapatkan akses finansial merupakan dua cara orang dewasa untuk mengatasi masalah keuangan dan sosial. Dia memutuskan untuk membuat bank khusus anak. Sang guru menolak idenya karena dianggap belum cukup umur dan tak bisa mengatasi bank anak.
Ternyata, sang guru salah. “ Awalnya, guru-guru berpikir saya gila atau anak-anak tak bisa membuat proyek ini,” kata dia.
Jose mengatakan gurunya tak paham bahwa masa depan negara bukanlah anak-anak, tapi situasi saat ini. Untungnya, dia mendapatkan dukungan dari kepala sekolah dan asistennya di ruang kelas.
“ Saya mendapatkan gurauan dan penindasan dari teman-teman sekelas ketika sedang menggarap pekerjaan ini,” kata dia.
Pada 2012, Jose mendirikan Bartselana Student Bank di Arequipa, Peru. Di bank ini, anak-anak sebagai klien dan membawa sampah daur ulang berupa plastik dan kertas. Untuk menjadi anggota, anak-anak membawa sampah minimal 5 kg. Agar status keanggotaannya bisa bertahan, nasabahnya harus menyetor sampah minimal 1 kg per bulan.
Lalu, klien harus menetapkan target tabungan. Mereka hanya bisa mencairkan tabungannya jika telah mencapai target.
Jose juga bekerja sama dengan perusahaan daur ulang setempat dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Kemudian, hasil penjualannya dideposit ke rekening nasabah.
Agar memastikan hanya anak-anak yang bisa menikmati tabungannya, Jose membuat aturan klien harus anak-anak dan hanya mereka yang bisa menarik uang.
Antara tahun 2012-2013, Bartselana Student Bank mengumpulkan sampah daur ulang 1 ton dan menghasilkan tabungan untuk 200 anak di sekolah Jose.
Kerja keras Jose membuahkan hasil dan proyeknya mendapatkan perhatian. Dia menggandeng salah satu bank besar di Peru untuk mempermudah anak-anak mengakses keuangan. Tapi, tak membuahkan hasil sehingga dia memutuskan untuk maju sendiri.
Bartselana Student Bank tumbuh setiap tahun. Kini, jumlah nasabahnya berusia 10 tahun-18 tahun. Jose mengatakan dirinya didekati oleh bank Peru, Banco de la Nacion untuk membentuk joint venture.
Dia mengakut tak takut ketika bernegosiasi dengan eksekutif perusahaan besar.
“ Saya tidak merasa terintimidasi dengan eksekutif bank ketika bicara tentang bisnis. Cara bisnisnya ramah dan jujur. Saya merasa nyaman dengan orang dewasa karena memahami proyek yang saya usulkan kepada mereka,” kata remaja berusia 13 tahun ini.
Walaupun semula berupa tabungan, Jose kini menawarkan beragam produk keuangan bagi anak-anak, seperti pinjaman, investasi modal, asuransi mikro, dan akses pendidikan keuangan melalui serangkaian kursus.
Dia percaya menanamkan budaya menabung sejak kecil adalah salah satu formula untuk mempromosikan perubahan nyata di Peru. Karena prestasinya, Jose mendapatkan banyak penghargaan dan telah ditampilkan dalam dokumenter asing tentang pengusaha anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya