Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah Dan Rupiah Menguat Hari Ini.
Dream - Sentimen rontoknya bursa Wall Street sudah dilupakan pelaku pasar. Menjelang libur akhir pekan, pemodal lokal ramai-ramai turun ke lantai bursa memborong saham-saham yang kemarin terkena koreksi harga.
Penguatan ini sesuai dengan prediksi beberapa analis yang menilai laju bursa saham Indonesia akan menguat meski naik tipis. Laju kenaikan juga melanda tiga indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada papan perdagangan BEI, Jumat 12 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 1,817 poin (1,07%) ke level 171,774. ISSI menghijau sepanjang hari usai dibuka naik ke level 170,486 dan sempat bertengger di posisi puncak di 172,376.
Berbeda dengan kemarin, sejumlah saham unggulan syariah juga mulai kembali diburu investor. Dengan 17 emiten keping biru syariah yang menanjak, indeks Jakarta Islamic Index (JII), ditutup menguat 7,798 poin (1,24%) ke level 634,967.
Begitu pula dengan laju Indeks JII70 yang terangkat 2,276 poin (1,09%) ke level 210,308.
Secara keseluruhan, pasar modal Indonesia memang sedang dilanda aksi beli investor lokal. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 53,668 (0,94%) ke level 5.756,490.
Meski menanjak seharian, perdagangan saham syariah hari ini lebih sepi dibandingkan kemarin. Hingga paska-penutupan perdagangan, nilai transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp3,41 triliun dari 41,65 miliar lembar saham.
Sayangnya, pemodal asing masih menahan diri masuk bursa saham Indonesia. Asing masih membukukan nett sell senilai Rp150 miliar. Aksi jual asing ini telah berlangsung 8 hari perdagangan berturut-turut.
Sebagian besar indeks sektoral menghijau. Saham infrastruktur melesat 2,06 persen, diikuti keuangan 1,69 persen, dan industri aneka 1,63 persen. Sementara indeks sektor barang konsumsi melemah 0,41 persen.
Emiten bluechip pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya naik Rp425, UNTR Rp275, UNVR Rp200, ICBP Rp150, dan ASII Rp125.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah AKRA yang harga sahamnya turun Rp60, TPIA Rp30, ITMG Rp25, LPPF Rp25, dan INDY Rp20.
Rupiah untuk sementara menunjukan kekuatannya pada mata uang negeri Paman Sam. Sepanjang hari, kurs dollar AS terkoreksi setelah dibuka melemah di level Rp15.172.
Pada pukul 16.20 WIB, dollar AS bertengger di level Rp15.198. Kursnya turun 37 poin (0,24%) dari level pembukaan.
Dollar juga merosot ke level terendah di Rp15.163.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya